PALEMBANG — Untuk meningkatkan profesionalisme dalam pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Palembang menyelenggarakan seleksi guru beprestasi. Setidaknya ada 114 guru tingkat TK, SD dan SMP se-kota Palembang yang mengikuti seleksi guru berprestasi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang, Ahmad Zulinto mengungkapkan bahwa sebenarnya semua guru sudah berprestasi, namun guru tetap wajib memiliki kompetensi akademik.

“Jika belum bisa maka guru itu belum bisa dinyatakan sebagai guru yang baik,” kata Zulinto disaat membuka seleksi guru berprestasi di Aula SMK Negeri 6 Palembang, Selasa (25/04).

WhatsApp Image 2017-04-25 at 13.37.34 (1)

(sumber foto: laskarwongkito.com)

Lanjutnya, guru sebuah profesi yang tidak tergantikan oleh siapapun, jika guru tersebut betul-betul ikhlas. Maka guru harus siap menghadapi siswa bagaimanapun juga, sebab anak didik masih perlu dibina.

“Kepribadian guru dan ilmu sosiologi guru harus baik. Jika guru tidak memiliki itu semua, guru tersebut akan kesulitan dalam mengajar nantinya,” tuturnya.

Selain itu juga Zulinto Menjelaskan, tingkatkan imtaq, mulai dari jam ke-nol sholat zuhur berjamaah agar para siswa lebih aktif dan giat dalam menumbuh kembangkan nilai karakter kepribadian anak menghormati guru, orang tua serta masyarakat sekitar.

“Guru merupakan ajang kompetensi, yang kita nilai adalah Materi kegiataan tes tertulis, makalah, wawancara, tes kepribadian atau psikotes. Agar guru lebih memahami apa tugas pokok dan fungsinya di sekolah maupun di kelas,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik kota Palembang, Sutriana menuturkan, semua peserta ada 114 guru, yaitu TK ada 21 orang guru, SD ada 44 orang guru, SMP ada 49 orang guru. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari.

“Dengan adanya kegiatan seperti, kita bisa memotivasi guru agar lebih baik lagi, serta kita tingkatkan profesionalisme guru dalam bertugas demi mewujudkan pendidikan yang bermutu,” ungkap Sutriana diwaktu dan tempat yang sama.

Untuk seleksi guru berprestasi, Sutriana menjelaskan, pertama mereka (guru) ikut seleksi melalui sekolah, setelah dari sekolah terpilih akan diseleksi lagi melalui unit pelaksana teknis dinas (UPTD).

Selain itu, untuk guru yang terpilih sebagai pemenang nomor satu teladan akan diumrohkan, dan untuk seluruh pemenang akan ada studi banding.

“Setiap UPTD sudah menyeleksi guru setiap kecamatan, dari UPTD akan mengirim 1 sampai 3 peserta. Dan guru yang menang akan kita ikutkan ketingkat provinsi,” tukasnya. (juniara)

Artikel Terkait