Palembang– Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Ishak Mekki hadiri Rapat Paripurna XXIV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dengan agenda  penyampaian pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Sumsel (LKPJ) tahun 2016, serta dilanjutkan dengan pembentukan panitia khusus (pansus), di Ruang Rapat Paripurna DPRD provinsi Sumsel,  Selasa (04/04). 

Rapat Paripurna XXIV dipimpin oleh H M Giri Ramandha N. Kiemas. Hadir juga dalam kesempatan ini unsur pimpinan DPRD Sumsel, yakni Muhammad Yansuri, Nopran Marjani, Chairul S Matdiah, serta pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.

Dalam laporannya Ishak sampaikan, sesuai dengan tema tahunan 2016 yakni “Percepatan Pembangunan Infrastruktur Strategis”, Pemerintah provinsi Sumsel telah dianggap berhasil dalam pencapaianya. Terbukti capaian pembangunan tahun 2016 pertumbuhan ekonomi  Sumsel berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan meningkat pada tahun 2016 menjadi Rp.266,82 triliun, yang dimana pada tahun 2015 berjumlah Rp. 254,04 triliun, atau tumbuh 5,03% meningkat dari tahun sebelumnya 4,42% dan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,02%.

Lebih lanjut lagi, Ishak menguraikan, inflasi di Sumsel tahun 2016 mencapai angka 2,95%, ditengah naiknya beberapa harga kebutuhan pokok, Sumsel dapat menekan laju inflasi dibawah angka 5%. 

” Tentunya hal ini merupakan suatu pencapaian yang patut disyukuri, dalam hal ini Pemprov Sumsel ucapkan terima kasih dan penghargaan penuh kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah,”ucapnya.

Sedangkan, untuk tingkat pengangguran terbuka menurun secara signifikan menjadi 4,31%, semula pada tahun 2015 sebanyak 6,07%. Hal ini membuktikan pembangunan di Sumsel telah berhasil memperluas kesempatan bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Masih Ishak, secara umum capaian kinerja Sumsel sudah on the track, bahkan ada indikator yang telah melampaui target. Pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Selatan merupakan yang terbesar di Indonesia, infrastruktur strategis  tersebut meliputi, Light Rail Transit (LRT), pembangunan jalan Tol Palembang-Inderalaya, pembangunan fly over, pembangunan jembatan musi IV dan VI. 

” Artinya hasil-hasil pembangunan di Sumsel tidak hanya dinikmati sebagian kecil masyarakat, melainkan seluruh masyarakat dari segala lapisan,” ungkap Ishak. (Juniara)

Artikel Terkait