PALEMBANG — Manajemen Sriwijaya FC terus berusaha mengembalikan performa seluruh pemain jelang menghadapi laga berat melawan Mitra Kukar (7/6) mendatang di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Meski akan bertanding di depan publik sendiri, namun laskar wong kito tidak akan mudah memenangkan pertandingan mengingat belakangan keangkeran stadion GSJ mulai memudar.

Dari 4 laga yang sudah dimainkan sejauh ini di kandang, SFC hanya berhasil memenangkan 2 pertandingan, sementara 1 laga berakhir berakhir seri dan 1 lagi berujung kekalahan. Di 3 pertandingan terakhir, Hilton Moreira dkk juga harus menerima hasil pahit dengan hanya mampu meraih 2 hasil imbang.

Kondisi ini membuat manajer SFC, Nasrun Umar pada Sabtu (3/6) malam mengumpulkan seluruh pemain dan mengajak untuk berbicara dari hati ke hati. Dalam pertemuan yang berlangsung usai shalat tarawih tersebut, Kepala Dishub Sumsel ini membakar semangat seluruh pemain dan memotivasi pemain untuk segera bangkit.

“Melawan Mitra Kukar tidak ada kata lain selain menang, kita harus menunjukkan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Sumsel dan suporter SFC. Untuk mewujudkannya tentu harus bekerja lebih keras lagi, saya juga tegaskan di tim ini tidak ada pemain bintang dan semuanya sama. Seperti musim lalu, kami tidak mencari seorang top skor namun kepentingan tim di atas segalanya, namun hasilnya gelar pencetak gol terbanyak sekaligus tim terproduktif bisa kita dapatkan. Sekarang spirit tersebut harus segera dikembalikan,” tegasnya.

Nasrun juga menyatakan bahwa pihaknya juga mendengar seluruh masukan dan sumbang saran dari para pecinta SFC. “Sesuai arahan dari Presiden SFC, Dodi Reza Alex maka kita akan melihat 1 partai lagi melawan Mitra Kukar ini. Soal evaluasi, di dalam sebuah sistem hal ini wajar dan pasti ada, namun sekarang fokus kita adalah bagaimana secepatnya mengembalikan keangkeran stadion GSJ serta perbaikan performa tim kedepannya,” tambahnya.

Sebelum bertemu pemain, manajer SFC sendiri sebelumnya sudah memanggil staf kepelatihan dan berdiskusi mengenai program evaluasi tim. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sudah menyepakati target jangka pendek yang harus diraih oleh tim termasuk juga konsekuensi bila nantinya gagal.

Partai SFC menjamu Mitra Kukar sendiri memang seperti menjadi laga hidup mati bagi Oswaldo Lessa. Jika hanya meraih hasil imbang atau kalah, maka posisinya sebagai pelatih kepala SFC dipastikan akan selesai dan harus angkat koper dari Palembang. (dedi)

Artikel Terkait