Jelang laga lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia 2018 melawan Persela Lamongan, Sabtu (2/6) mendatang di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang,  tim pelatih Sriwijaya FC saat ini punya tugas ekstra dengan mengembalikan mental pemain. Dua kekalahan terakhir yang diderita oleh laskar wong kito diakui kepala pelatih SFC, Rahmad Darmawan memang terasa sangat menyakitkan dan membuat mental Adam Alis dkk sedikit terganggu.
“Kami memang tidak layak kalah saat melawan PSMS atau Perseru karena lebih dominan ketimbang lawan, namun inilah sepakbola. Saya pikir evaluasi yang pertama harus kami lakukan adalah mengembalikan mental pemain, melupakan kekalahan itu dan fokus menghadapi Persela yang sekarang sangat menanjak performanya,” ujar RD saat dihubungi Rabu (30/5) sore.
Pelatih asal Lampung ini pun mengaku tidak mempermasalahkan Mohamadou Ndiaye yang di laga terakhir mencetak gol bunuh diri ke gawang sendiri. “Gol ini berbeda dengan saat kontra PSMS, sebenarnya kemarin situasinya 2 lawan 1, namun Alfin dan Viscarra sama-sama ragu dan mampu dimanfaatkan oleh lawan. Sebenarnya situasi seperti ini justru banyak kita latih saat latihan, namun lawan yang mampu membuatnya menjadi gol,” bebernya.
RD menyebut secara umum anak asuhnya sudah menunjukkan peningkatan walau kembali harus kebobolan di atas menit 80 babak kedua atau menjelang pertandingan sudah akan berakhir. “Ini situasi dan tantangan yang menarik, walau masih ada kekurangan tetapi tim ini sudsh di jalur yang tepat. Memang sangat disayangkan kemarin seharusnya kami bisa setidaknya membawa pulang 1 poin. Di 2 laga terakhir ini kami mendapat pelajaran yang bagus, kontra Perseru yang merupakan tim dengan pertahanan terbaik dan sekarang Persela tim dengan produktifitas mencetak gol terbaik pula,” pungkasnya.

Artikel Terkait