PALEMBANG — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilakukan semua pihak nampaknya sudah membuahlan hasil, hal ini terbukti dengan tidak terjadinya bencana kabut asap seperti tahun sebelumnya di kota pempek.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtukultura Provinsi Sumatera Selatan, Erwin Noerwibowo, Selasa (20/9). Mengatakan berkaca dari tahun sebelumnya, maka pemprov Sumsel mulai tahun ini melakukan berbagai langkah pencegahan karhutla, salah satunya percepatan tanam.

“Proses tanam itu kita tarik yang awalnya dari November menjadi bulan September dengan tujuan itu agar mereka (Petani) nanti pada bulan Febuari bisa tanam kembali,” katanya.

Manurut Erwin hal itu dilakukan untuk meminimalisir kebiasaan masyarakat membakar lahan pertanian untuk menyiapkan proses bertani. Karena kebiasaan masyarakat yang membakar saat hendak bertani merupakan salah satu persoalan yang menyebabkan timbulnya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan berujung kabut asap.

Dijelaskannya, jika petani melakukan tanam kembali dua kali dalam satu tahun serta disusul dengan tanam ketiga maka secara otomatis lahannya tidak pernah ditumbuhi rumput sehingga dapat langsung melakukan pembajakan. “Jika hanya ditanami sekali setahun dan lahan dibiarkan menganggur itulah yang menyebabkan timbulnya semak belukar, membuat mereka membakar saat membuka lahan,” urai Erwin.

Hingga saat ini, sambung Erwin, Usahan yang dilakukan pemprov Sumsel telah berjalan efektif dibeberapa daerah. “Di daerah Air Sugihan, kabupaten OKI yang luas sekaliz pasang surutnya luasnya 19.000 Ha. Kemudian daerah pasang surut banyuasin itu kita contohkan juga, karena kami berpikir bahwa untuk mengatasi pencegahan kebakaran lahan ini tentunya harus mencari solusi yang terbaik,” jelas dia.

Selain itu, cara ini menurut Erwin juga akan meningkatkan hasil pertaniam secara otomatis. “Dengan mengajak mereka mempercepat proses tanam pada bulan September maka membuka peluang agar mereka apat menanam lebih baik IP 200 atau 300-nya tahun depan,” tutupnya. (juniara)

Related Post