PALEMBANG — Dari total 51.281 peserta yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Sriwijaya (Unsri) tercatat tahun ini tepat pukul 14.00 WIB Unsri mengumumkan hanya 2.568 peserta saja yang dinyatakan lolos.

Setelah diumumkan, lanjutnya, calon mahasiswa masih harus melengkapi berkas dan mengikuti tes bebas narkoba. “Tim yang akan meriksa apakah calob mahasiswa bersih dan tidak menggunakan narkoba akan didatangkan langsung dari Jakarta dan calon mahasiswa tidak bisa berbohong,” kata Rektor Unsri Prof Dr Ir Anis Saggaff MSCE, saat menggelar jumpa pers, Selasa (13/6)

Anis Saggaff mengatakan, pihaknya menerima mahasiswa melalui jalur SBMPTN ini sesuai dengan kuota awal yang telah ditentukan. Dari 2.568 yang lolos seleksi, ada 449 peserta yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi.

Aniss mengungkapkan, untuk kuotan Bidikmisi tahun ini Unsri mendapat kuota sama seperti tahun kemaren yakni 900 mahasiswa. “Jika dijumlahkan calon penerima beasiswa Bidikmisi yang lulus pada saat tes SNMPTN, ada sekitar 951 calon penerima. Artinya ada kelebihan sekitar 51. Saya sudah ngomong dengan pak dirjen, nanti akan kita perjuangkan haknya,” ucap Aniss.

Bagi yang belum beruntung lulus SBMPTN, Aniss mengimbau agar calon mahasiswa bisa mendaftar kembali melalui jalur Ujian Saringan Masuk Bersama (USMB) mulai tanggal 1 Juni hingga 15 Juli 2017 dan bisa mengikuti ujian tertulis pada tanggal 18 Juli 2017 dan ujian keterampilan pada 19 Juli 2017. (Juniara)

Artikel Terkait