PALEMBANG — Tidak hanya Djajang Nurjaman, manajer Persib Bandung juga cukup kecewa dengan kekalahan telak yang diperoleh timnya saat bertandang ke stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (10/9) malam. Bahkan secara terang-terangan Umuh menegaskan kondisi sepakbola di Indonesia tidak akan membaik jika terus didiamkan dan hanya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang mampu menyelamatkannya.

“Kita harus cepat menggelar KLB,  karena mau sampai kapanpun jika wasit kualitasnya seperti malam ini maka tidak akan berpengaruh dan sepakbola Indonesia tidak akan maju,” ujarnya dengan emosional. Dirinya pun menyatakan tidak akan membiarkan wasit Fariq Hitaba untuk memimpin laga kedepannya.

“Seluruh wasit yang lama harus diberhentikan dan diganti dengan yang punya integritras, bayangkan tuan rumah SFC saja mengeluhkan kepemimpinannya. Jadi memang ada yang salah dengan dia,” tambahnya.

“Oleh karena itu, saya mengajukan 1 sosok nama yang bisa merubah hal ini yakni bapak Edy Rahmayadi (Pangkostrad TNI) sebagai ketum PSSI yang baru,” ungkapnya seperti berkampanye. Menurutnya, sosok Edy Rahmayadi adalah figur yang tepat dan tidak bisa dintervensi pihak manapun.

Umuh mengaku dirinya pun sudah mengajukan diri sebagai Exco PSSI untuk kepengurusan yang akan datang. “Mohon doanya, saya juga punya keinginan untuk memperbaiki sepakbola kita yang sudah hancur. Bersama rekan-rekan di K85, saya pun sudah sepakat bahwa calon ketum yang kami ajukan dapat membawa perubahan yang positif nanti,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost