PALEMBANG — Meski menelan kekalahan, namun kelompok suporter Sriwijaya FC UItras Palembang tetap memberikan apresiasi atas perjuangan seluruh pemain laskar wong kito saat laga melawan PSM Makassar, Minggu (21/5) sore. Bahkan 2 pentolan Ultras Palembang yang menonton langsung laga ini di stadion Andi Mattalata Makassar menyebut pemain SFC sudah diincar di laga ini.

“Saya pikir tidak ada yang salah dengan SFC di laga ini. Bahkan saya yang menonton langsung melihat mereka sudah berjuang dengan maksimal, saat Teja ditarik keluar, lalu Hilton juga cedera tetapi tidak mengendurkan permainan di lapangan, kami mengapresiasi dan memberikan respek kepada seluruh tim,” ungkap ketua Ultras Palembang, Agung Fahrurozzi saat ditemui di stadion usai pertandingan.

Bahkan diakuinya, selama 90 menit para pemain SFC mampu  membuat seluruh penyerang PSM Makassar frustasi. “Namun harus diakui, SFC dikalahkan oleh faktor non teknis dan wasit adalah pembeda saat mengeluarkan keputusan kontroversial di penghujung pertandingan,” jelasnya.

Agung pun dengan geram bahwa pihak operator kompetisi induk sepakbola di tanah air yakni PSSI dapat mengusut kejadian seperti ini. “Yang harus dievaluasi dari laga ini adalah wasit, bagaimana sepakbola Indonesia mau maju jika kejadian seperti ini terus berulang. Meski hasil akhir tidak berpihak, namun kami tetap bangga dengan seluruh pemain,” tambahnya.

Namun dirinya sendiri menegaskan bahwa kejadian di lapangan tidaklah berpengaruh ke hubungan baik antara suporter SFC dan PSM Makassar. “Selama di Makassar, kami dari Palembang dijamu dengan baik oleh 2 kelompok suporter PSM yakni Red Gank serta Laskar Ayam Jantan, kami sudah dijemput di bandara sejak tiba dan diperlakukan sangat nyaman.

Rivalitas hanya selama 90 menit, diluar itu kita semua bersaudara. Di putaran kedua nanti, kami pun menunggu kehadiran suporter PSM di Palembang,” pungkasnya. (dedi)

Artikel Terkait