Laskarwongkito.com — Hari ini, 15 Mei 2017, Provinsi Sumatera Selatan, memperingati hari jadinya yang ke-71 tahun. Tapi tahukah kamu jika Ibukota Provinsi Sumsel yakni Kota Palembang, juga memiliki tanggal lahir yang berdekatan, yakni tanggal 5 Mei setiap tahunnya. Bedanya, Kota Palembang pada tahun 2017 ini merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 1332. Wuih, usia yang tergolong sangat tua untuk ukuran sebuah kota.

Yuk kita kenali sama-sama.

(sumber foto: Laskarwongkito.com)

Penentuan usia kota Pempek ini berdasarkan beberapa bukti sejarah. Wikipedia mencatat Palembang pernah menjadi ibu kota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan “Bumi Sriwijaya”.

Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 17 Juni 688 Masehi. Maka tanggal tersebut dijadikan patokan hari lahir Kota Palembang.

Ya Palembang adalah kota tertua di Indonesia. Bayangkan sejak 1332 tahun lalu, Palembang sudah dikenal di antara kota-kota lainnya dunia. Kota Palembang memiliki luas wilayah 358,55 km persegi yang dihuni 1,7 juta orang dengan kepadatan penduduk 4.800 per km². Diprediksikan pada tahun 2030 mendatang Kota ini akan dihuni 2,5 Juta orang.

Sebagai warga tentu kita bangga dengan kota ini. Palembang kini sudah berkembang pesat. Kepincangan pembangunan antara Ulu dan Ilir yang dulu sangat terasa, kini berangsur-angsur seimbang. Kota ini juga sudah mendeklarasikan sebagai kota internasional sejak tahun 2012 lalu.

Artinya standar sebagai kota yang dikenal di negara lain semakin lama semakin nyata ada di kota Palembang. Hotel bertingkat di mana-mana, mal besar lebih dari lima. Apartemen “beguyur” ada. Fasilitas olahraga paling oke di Indonesia. Palembang hebat!

Di usianya yang sudah sangat sepuh, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dibenahi kota Palembang. Dan ini memerlukan peran serta para pemerintah Kota Palembang dan seluruh lapisan warganya. Tentunya kita tak ingin kota tua ini semakin buruk kondisinya.

Persoalan banjir, sanitasi buruk di kawasan padat penduduk, drainase yang tersumbat di mana-mana, jalan-jalan yang rusak yang butuh diperbaiki, adalah hal-hal kecil yang sebenarnya paling diinginkan karena menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Rasanya tidak muluk-muluk amat keinginan itu. Semoga ini bisa diperbaiki pada perayaan HUT Palembang tahun depan. (red/dil)

Artikel Terkait