PALEMBANG —Dalam rangka perayaan ulang tahun yang ke-38, Karang Taruna Sumatera Selatanl menggelar Festival Adhitya Karya Mahatya dengan mengadakan lomba English Speech Contest dan Stand Up Comedy Baso Plembang yang akan memperebutkan piala ketua umum Karang Taruna Sumsel Bung Robby Kurniawan.

Ketua panitia H. Surip Januarto mengatakan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk memicu kesadaran pemuda tentang arti penting berbahasa inggris. “Pemenangnya akan diproyeksikan untuk jadi LO di Asian Games, Sementara Stand Up Comedy dalam upaya memperdayakan dan pengembangan komunitas Stand Up Comedy” ungkap Surip.
Sekretaris Umum Karang Taruna  Densyah RS  mengatakan  Selama Satu tahun kepengurusan Karang Tahun Sumsel sudah selesai melakukan konsolidasi. Kata dia, di seluruh kabupaten kota sudah terbentuk kepengurusan, untuk tahun kedua karang taruna pada tahap pengembangan organisasi.

“Kegiatan strategis pada tahun kedua adalah penyusunan data data base, akan melakukan bulan bakti karang taruna tingkat nasional dan tingkat provinsi,” jelasnya.

Dijelaskannya, Langkah utama yang dilakukan oleh Karang Taruna Sumsel adalah memperjuangan peraturan Gubernur untuk pembiayaan Karang Taruna Sumatera Selatan, dikarenakan beberapa karang taruna di Indonesia, termasuk Sumsel menginginkan untuk kejelasan pembiayaan anggaran karang taruna.

“Untuk perjuangan Pergub Karang Taruna,  tadi sudah kita lemparkan ke Wakil Ketua DPRD Sumsel, karena ini wilayah legislatif, Agar pembiayaan Karang Taruna ini lebih kongkrit di APBD Sumsel dengan bentuk hibah atau apapun” ujar Densyah RS.

Ia juga mengungkapkan,   sebenarnya dalam anggaran Bantuan Desa (Bandes) ada alokasi untuk pengembangan dan pemberdayaan karang taruna untuk tingkat desa. “Apa sih alokasi kongkrit untuk pembangunan dan alokasi pemberdayaan karang taruna tingkat desa?, ” tanyanya.

Densyag mengharapkan agar Karang Taruna  tetap solid dan tidak ada konflik. karena karang taruna berbeda dengan organisasi, poros komando jelas tidak seperti organisasi lainnya.

“Saya katakan tidak ada konflik di karang taruna, baik tingkat provinsi dan kabupaten/kota, berbeda pendapat ada, di organisasi manapun berbeda pendapat itu halal, karang taruna tetap satu” Tegasnya. (juniara)

Artikel Terkait