PALEMBANG — Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka penodaan agama, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tak kunjung ditahan membuat geram para ulama, khususnya di kota Palembang. Mereka pun mengadakan diskusi dan sosialisasi mengenai toleransi yang benar antarumat beragama, pun membahas pengawalan penegakan hukum terhadap kasus penodaan agama.

Ulama berharap, aparat penegak hukum yang mayoritas beragama Islam menyadari bahwa agama yang saat ini dilecehkan ialah agama mereka, sehingga menindak tegas pelaku penodaan agama siapapun dia.

“Semoga aparat kita cerdas. Dia (Ahok) sudah tersangka, tunggu apalagi? Kalau ngaku negara hukum, hukum ya harus ditegakkan,” tegas Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumsel, Habib Mahdi saat menjadi menjadi pembicara pada diskusi dan silaturahmi forum umat beragama di Hotel Malaka, Kamis (23/02).

Dirinya menegaskan, ulama khususnya FPI Sumsel di bawah komandonya akan mengawal kasus penodaan agama hingga tersangkanya dihukum sesuai ketentuan Undang Undang (UU) yang berlaku.

“Ada aksi terus juga tidak apa apa, kita umat Islam tidak akan bosan. Karena ini bukan perkara biasa, ini menyangkut agama Allah dan harga diri umat Islam,” tegasnya lagi.

Ulama lainnya yakni  KH. Solihin Hasibuan mengaku heran dengan penegakan hukum yang seakan tajam pada ulama dan tumpul pada orang kafir. Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Izzatuna Palembang mengajak umat Islam Palembang untuk ramai-ramai menyuarakan keadilan agar peristiwa seperti ini, kedepan tidak terulang lagi.

“Nanti kalau (Ahok) dibiarkan, ngelunjak dia. Yang seperti ini harus kita tindak tegas. Tunjukkan bahwa umat Islam tegas terhadap yang seperti. Tidak boleh didiamkan,” ujarnya berapi-api.

Ustad Solihin menyayangkan, ada oknum yang melindungi Ahok dan memutarbalikkan fakta dengan menyebut umat Islam akan memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga kasus penodaan agama ini seperti benang kusut yang sulit diurai.

“Kasus ini tidak usah dipelintir ya. Kita ingin hukum ditegakkan, kita lakukan aksi damai, tapi ulama dan habaib malah dikriminalisasi oleh aparat yang orang Islam pula, heran saya. Itu ada yang sudah tersangka belum ditahan, kita akan kawal kasus ini sampai lembaga hukum tertinggi. Bukan main ini,” tegasnya.

Artikel Terkait