PALEMBANG — Rencana Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin untuk mensertifikasi ulama dengan tujuan agar ulama benar-benar mencerahkan serta menenangkan dan tiap-tiap ceramahnya tidak justru membuat gejolak masyarakat mendapat respon dari berbagai pihak.

Salah satunya Ketua MUI provinsi Sumatera Selatan, Aflatun Mukhtar, yang menanggapi cuitan Menteri Agama hanya sebagai wacana semata. Menurutnya, untuk mensertifikasi ulama perlu pemikiran yang matang agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan permasalahan.

“Saya kira itu baru wacana, ini perlu dilakukan lagi pertemuan-pertemuan mana yang lebih pas dan lebih baik karena kita tidak bisa langsung memvonis,” jelas mantan Rektor UIN Raden Fatah Palembang ini.

Sebelum merealisasikan wacana mensertifikasi ulama, dijelaskan Aflatun, perlu diadakannya penelitian khusus untuk mencari titik-titik yang melahirkan kebaikan dan membawa berkah untuk semuanya.

“Mana yang lebih baik dan bagus dan ini butuh musyawarah dengan semua pihak agar lahirnya sebuah gagasan dan keputusan yang bisa diterima secara bersama,” ungkap Aflatun.

Memang diakui Aflatun, setiap ulama memiliki karakter masing dalam berdakwah. Oleh karena itu, ulama butuh pembekalan dan perhatian agar bisa memberikan informasi dan pengetahuan yang lebih baik lagi pada masyarakat. (juniara)

Artikel Terkait