PALEMBANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melakukan sidang senat terbuka dalam rangka mengukuhkan guru besar ke 17 yakni Prof Dr Nyayu Khodija SA MSi sebagai guru besar Psikologi Pendidikan.

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Sirozi mengatakan, tahun ini UIN menambah tif guru besar secara berturut-turut.

“Kita  bersyukur jumlah guru besar di UIN bertambah dan ini akan memperkuat ilmu pengetahuan,” ucap Sirozi usai mengukuhkan guru besar di Academic Center UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (15/03).

Dikatakan Sirozi, saat ini UIN memiliki 56 orang Doktor dan pihaknya juga memfasilitasi dosen untuk melakukan pengurusan guru besar. “Saat ini proses guru besar sangat terbuka, tapi juga ada tantangan, yaitu untuk membuat jurnal internasional tidaklah mudah butuh waktu lama, dan itu akan kita dorong serta kita fasilitasi juga,” katanya.

Sirozi juga menyebutkan dirinya sebagai rektor juga akan memberi reward kepada dosen yang akan jadi guru besar. Ia berharap 5 tahun kedepan ada 5 atau 6 guru besar.

“Kita akan beri reward berupa dana, besaran dananya itu surprise. Kita juga  berharap 5 tahun kedepan bakal ada 5 atau 6 guru besar lagi,” harapnya.

Sementara itu, Guru Besar dalam bidang psikologi pendidikan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang, Nyayu Khodijah menuturkan, untuk penyusunan disertasi ini dari tahun 2008 sampai sekarang. Ia merasa senang dengan keberhasilan menjadi seorang guru besar.

Ia juga mengatakan, keberhasilan proses belajar, harus mengerti bukan sekedar tahu. Dan dalam pendidikan agama islam guru harus mempunyai kemampuan pengalaman juga.

“Jadi intinya pada aspek pengalaman dan harus menghayati bukan sekedar tahu. Jadi siswa tidak dituntun dengan ajaran saja, intinya pembelajaran harus menyentuh,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait