PALEMBANG — Gedung Badan Pertahanan (BPN) Sumatera Selatan (Sumse) didatangi Ratusan massa dari Gerakan Tani Sumsel (GETAS) (Sumsel), Kamis (28/7).

Massa tersebut menuntut penyelesaian kasus agraria antara masyarakat Desa Pagar Dewa  di Kabupaten Muaraenim dan Desa Betung, Rengas, Lubuk Bandung, Sribandung dan Srikembang di Kabupaten Ogan Ilir dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Cinta Manis.

Koordinator aksi Dede Chaniago saat melakukan audiensi dengan pihak BPN Sumsel menyampaikan keluhannya agar pihak PTPN VII mengembalikan lahan masyarakat yang telah dirampasnya.

Ia juga meminta agar Hak Guna Usaha (HGU) PTPN VII di lahan yang masih berkonflik tidak diperpanjang dan juga meminta BPN Sumsel mengawasi jika terjadi kekerasan, intimidasi dan kriminalisasi terhadap masyarakat dalam penyelesaian konflik yang menyebabkan masyarakat menjadi korban.

“Tiga tahun lalu akibat konflik sengketa lahan in,i ada korban jiwa anak-anak tewas tertembak peluru TNI di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir. Kami tidak ingin ini tereulang kembali ketika kami berusaha mempertahankan hak-hak kami,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Survei Pengukuran dan Pemetaan Kantor Wilayah BPN Sumsel Alif Bastian mengungkapkan, pihaknya tidak bisa langsung menyelesaikan masalah tersebut. Tetapi untuk saat ini, pihaknya tetap akan menampung aspirasi massa yang berjanji akan kembali menggelar unjukrasa.

”Lagipula Pak Kanwil sedang di Jakarta. Kami cuma mendengarkan aspirasi masyarakat dan mereka berjanji akan kembali kemari pada Senin besok,” singkatnya.

Sebelumnya, sekitar 150 massa tersebut juga mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel menyuarakan tuntutan yang sama.(juniara).

RelatedPost