Manajemen Sriwijaya FC membantah pernyataan pihak penyelenggara turnamen Piala Jenderal Sudirman yang menyebut bahwa laskar wong kito sudah mendaftar secara resmi di ajang yang digagas oleh Panglima TNI tersebut. Meskipun demikian, manajemen SFC mengaku sudah menerima undangan dan tengah mempelajari format serta aturan yang akan diterapkan di turnamen tersebut.

Salah satu yang ditunggu manajemen SFC adalah kejelasan mengenai regulasi turnamen yang saat ini masih menjadi tanda tanya. “Kita memang sudah menerima undangannya, namun belum mendaftar secara resmi. Karena kita mau tahu dulu mengenai format turnamen ataupun aturan yang akan diterapkan, misalnya mengenai perpindahan pemain. Namun secara umum kita menyambut baik dan tetap akan menyiapkan diri,” ujar sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dikonfirmasi Senin (26/10) sore.

Dirinya pun berharap pihak penyelenggara kali ini lebih konsisten dalam menerapkan aturan main dan tidak ada perubahan atau toleransi hanya untuk menguntungkan sebuah klub. “Di Piala Presiden lalu sempat ada aturan tidak boleh ada perpindahan pemain, lalu boleh dipinjam, kemudian wajib menyertakan surat keterangan dan akhirnya diberikan toleransi walau batas pendaftaran pemain sudah ditutup. Kami berharap hal seperti itu tidak terjadi lagi nantinya,” bebernya.

Menurutnya, seluruh pemain SFC direncanakan akan memulai berkumpul pada Minggu (1/11) mendatang di Palembang dan menjalani sesi latihan perdana keesokan harinya. “Jika tidak ada aral melintang, kita sudah tetapkan 1 November sebagai persiapan awal latihan dan diharapkan seluruh pemain dapat datang tepat waktu,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai pengurus Asprov PSSI Sumsel ini.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menegaskan sikap manajemen SFC yang melarang pemainnya untuk mengikuti turnamen lain atau tarkam. “Kita perbolehan asal tidak berbenturan dengan jadwal latihan yang sudah ditetapkan, tapi 1 November mereka semua sudah harus tiba di Palembang,” tegasnya.

Diakuinya, bersama jajaran pelatih, pihak manajemen SFC memang melarang pemain untuk mengikuti tarkam agar kekompakan tim tidak terganggu. “Lebih bagus kalau semua pemain langsung berkumpul sejak awal, karena bagaimanapun kita butuh waktu untuk memantapkan pematangan strategi. Karena di Piala Presiden lalu kita sedikit terlambat dalam memulai latihan,” ungkapnya.

Sementara itu, pelatih SFC Beny Dollo mendukung langkah yang diambil oleh pemain SFC yang membatasi pemainnya untuk mengikuti tarkam. “Tapi saya pribadi percaya mereka adalah pemain yang profesional dan bisa menjaga kebugarannya sendiri. Dan setahu saya apa yang mereka lakukan di tarkam hanya sebatas untuk menjaga fisik agar tidak drop, tidak ada masalah dengan hal itu asal nantinya tidak menganggu program tim secara keseluruhan,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, dua pemain SFC asal Makassar yaitu Faturahman dan Asri Akbar memang disebut akan mengikuti turnamen Habibie Cup di Makassar usai Piala Presiden.  Keduanya bersama Zulham Zamrun (Persib Bandung) dan Hamka Hamzah (PBFC) akan memperkuat tuan rumah Persipare di event yang dimainkandi Stadion Gelora Mandiri Parepare, Sulawesi Selatan, 28 Oktober hingga 10 November 2015. Manajer Persipare Muh Idham Nusu mengatakan empat pemain tersebut sudah berkomitmen untuk memperkuat Persipare selama turnamen berlangsung.