PALEMBANG — Untuk menyukseskan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi tuan rumah Bonn Challenge pada 9 – 10 Mei 2017. Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin menginstruksikan semua pihak terkait melakukan persiapan semaksimal mungkin.

Orang nomor satu di Sumsel ini menjelaskan diselenggarakannya The Bonn Challenge bertujuan untuk memberikan kontribusi terhadap restorasi landskap hutan. Restorasi landskap hutan akan membangun tujuan ganda antara kepentingan sosial dan lingkungan, Mitigasi dan Perubahan Iklim.

“The Bonn Chalenge sendiri rencananya akan dihadiri oleh 30 Negara/perwakilan negara, CEO Internasional NGO serta 11 Gubernur di Indonesia. Dan diharapkan dari kegiatan ini kita dapat mempromosikan pembangunan berkelanjutan dan dapat menghasilkan manfaat di tingkat lokal, nasional, Internasional,” jelasnya pada awak media , Senin (20/03).

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sumsel Farhat Syukri mengatakan Sebagai tuan rumah pelaksanaan The Bonn Chalenge 2017, terus mematangkan persiapan, diantaranya memberikan informasi kepada masyarakat melalui promosi, iklan layanan masyarakat, mulai dari media elektronik, cetak hingga melalui media sosial.

“Kita sudah memeprsiapkan iklan layanan masyarakat yang melibatkan Pak Gubernur, nantinya iklan tersebut akan ditayangkan di media tv nasional dan lokal mengenai kegiatan selama The Bonn Chalenge 2017 selama diselenggarakan di Sumsel,” urai Farhat.

Sebagai informasi bahwa The Bonn Challenge, adalah suatu inisiatif dan ide yang besar dari pemimpin-pemimpin dunia yang peduli dengan adanya perubahan iklim yang kemudian secara bersama melakukan restorasi lanskap hutan yang kritis.

Targetnya pada tahun 2020 mampu melakukan merestorasi 150 juta hektar tanah kritis atau rusak dan gundul, dan ditingkatkan menjadi sebesar 200 juta hektar pada tahun 2030 sesuai Deklarasi New York tentang Hutan Tahun 2014. (juniara)

Artikel Terkait