Trio Sriwijaya FC yakni Ichsan Kurniawan, Teja Paku Alam serta Hapit Ibrahim mulai Jumat (5/6) akan memulai latihan bersama tim Pra PON Sumsel di lapangan baseball Jakabaring Sport City Palembang. Ketiganya memang diminta secara resmi oleh Asprov PSSI Sumsel untuk bergabung dengan pemain lainnya yang diproyeksikan untuk menjadi tim inti persiapan Pra PON yang akan digelar pada bulan November mendatang.

“Kita sudah mengontak mereka dan semuanya sudah menyetujui untuk memulai latihan pada Jumat (5/6) sore, ketiganya sendiri kami pikir tidak akan kesulitan beradaptasi karena musim lalu juga tergabung di tim SFC U21,” ujar Bambang Supriyanto, Ketua Bidang Pembinaan Asprov PSSI Sumsel saat dikonfirmasi Kamis (4/6) siang. Awalnya, pihaknya juga berkeinginan untuk mengajak Rizky Dwi Ramadhana ke dalam tim, namun belakangan dibatalkan karena penyerang laskar wong kito tersebut sudah melewati batasan umur yang ditetapkan untuk pelaksanaan PON 2016 yang akan diselenggarakan di Jawa Barat ini.

“Untuk Rizky sudah lewat setahun usianya, sementara yang lainnya masih cukup. Mengenai kepastian boleh atau tidaknya pemain ISL bermain di ajang PON, kami sudah cek dan memang ada 3 slot yang diperbolehkan. Namun aturannya akan terus kami pantau, jika memang ternyata ada perubahan tidak ada masalah untuk tim. Kehadiran ketiganya juga ada maksud lain yaitu meningkatkan persaingan antar pemain,” jelas Bambang yang juga menjabat sebagai pengelola Wisma Atlet Jakabaring ini.

Menurutnya, selain trio SFC tersebut tersebut, seluruh pemain Diklat Asprov PSSI Sumsel yang sudah menjalani latihan sejak awal tahun ini juga akan memulai latihan kembali Jumat (5/6). “Selama pelaksanaan Porprov Sumsel kemarin, banyak dari mereka yang pulang sementara untuk memperkuat kabupaten-kota masing-masing. Kini semuanya kami kumpulkan lagi dan ditambah pemain hasil pantauan tim talent scouting selama ajang tersebut. Jadi akan ada sekitar 30-35 pemain yang akan menjalani seleksi tahap kedua,” tambahnya.

Seluruh pemain sendiri dijelaskannya akan tetap berada di bawah asuhan pelatih senior Rudy Keltjes yang pada PON sebelumnya mampu membawa Kaltim menjadi juara. “Pemain banyak mengalami kemajuan cukup pesat dibawah asuhannya, dan kita harapkan sentuhan tangan dinginnya mampu membawa bakat-bakat asli Sumsel lolos PON. Kita sendiri cukup yakin dengan target tersebut, mengingat selama 2 musim terakhir SFC U21 sudah menunjukkan prestasinya dengan selalu lolos ke babak final,” tegasnya. Selama masa persiapan sendiri, pihaknya juga sudah merancang berbagai uji coba baik di wilayah Sumsel maupun road show keliling Sumatera untuk bekal menghadapi Pra PON mendatang.

Artikel Terkait