PALEMBANG — Pemerintah provinsi Sumatera Selatan merasa prihatin atas dijatuhkannya vonis penahanan terdakwa kasus dugaan tindak pidana Korupsi Dana Hibah pemprov Sumsel tahun 2013, Kepala BPKAD Laonma Pasindak Lumban Tobing dan Mantan Kepala Dinas Kesbangpol Ikhwanudin, oleh Hakim Ketua Saiman SH, MH, yang didampingi Hakim Anggota Abu Hanifah SH, MH dan Arizona Mega jaya SH.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Plt Sekretaris Daerah Sumsel, Joko Imam Sentosa. Ia mengatakan pemprov Sumsel sangat menghargai keputusan pengadilan atas keduanya dan pemerintah juga akan mengikuti prosesnya sesuai prosedur yang berlaku.

“Setelah sidang tadi benar betul, Ikhwamudin dan Tobing telah dilakukan penahanan dan kita sangat prihatin dengan kondisi saat ini, ” ungkapnya saat ditemui di Kantor Gubernur Sumsel (06/04).

Untuk posisi keduanya yang sangat strategi di dalam lingkungan pemerintahan diungkapkan Joko, Pihaknya akan segera mengkaji dan akan mempersiapkan penggantinya.

“Betul posisi mereka sangat strategis , tetapi tidak ada kendala atau terhambat, secepatnya kita akan segera siapkan tunggu saja pada saatnya ada pasti, Plt bisa Pejabat Sementara itu semua ada prosesnya, ” kata dia.

Lebih lanjut, terhadap status kedua terdakwa di Pemerintahan diakui Joko, sampai detik ini, keduanya masih menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Untuk status , ada prosesnya sampai nanti kita menerima bahwa bersangkutan benar-benar ditahan semua ada prosesnya,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait