PALEMBANG — Adanya pro-kontra yang terjadi dengan rencana keberangkatan 40 Kepala SMA/SMK di Sumsel ke Eropa pada 10-19 Maret mendatang membuat Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo MPd angkat bicara.

Widodo menegaskan keberangkatan tersebut murni untuk peningkatan mutu dan kualitas SMA/SMK di Sumsel. “Keberangkatan ini tidak pakai dana Negara, semuanya memakai dana pribadi Kepala SMA/SMK. dan tidak ada unsur paksaan untuk keberangkatan ini,” ujarnya pada awak media, Senin sore (06/03).

Dikatakan Widodo, semua rangkaian studi banding ini disepakati oleh Kepala SMA/SMK di Sumsel yang tergabung di Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). “Yang harus dipahami dalam rangkaian studi banding ini yakni untuk mengarahkan sekolah menuju sekolah yang berstandar Internasional,” ucapnya.

Lebih lanjut Widodo mengungkapkan bahwa, tujuan studi banding ke Eropa dikarenakan di Sumsel sudah menjalin kerjasama dengan OECD untuk melakukan pertukaran guru dan pelajar di Eropa. “Selain itu, kalau hanya di Asia Sumsel sudah sering melakukan kerjasama dan saat ini berjalan baik,” kata dia.

Menurutnya, rencana keberangkatan tersebut sudag ditetapkan saat pencairan gaji guru belum dicairkan, Widodo menegaskan rencana keberangkatan studi banding ini sudah direncanakan sejak Januari oleh pihak MKKS dan sudah menemukan kesepakatan untuk berangkat pada Maret.

“Terkait keberangkatan ini mendekati pelaksanaan UN, ini tidak meski jadi persoalan. Apalagi saat pelaksanaan UN nanti semua Kepsek sudah di sekolah masing-masing,” ungkap Widodo.

Widodo mengajak, agar semua pihak mendukung program ini demi menjadikan sekolah unggulan di Sumsel untuk menjadi sekolah berstandar internasional. “Mari kita sama-sama kawal program ini, tidak akan menyimpang dan ini murni untuk kebaikan peserta didik dan kualitas guru di Sumsel,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA Nasrul Bani menyebutkan rencana keberangkatan ini sudah sejak lama direncanakan dan tidak mengunakam dana sekolah. “Ini dana pribadi dan sudah menjadi program MKKS untuk kebaikan SMA/SMK di Sumsel,” pungkasnya. (juniara)

Artikel Terkait