Dalam pertandingan perdana grup B Piala Presiden 2015 yang dimainkan di stadion Kanjuruhan Malang, Sriwijaya FC memang berhasil berhasil poin maksimal usai mengkandaskan PSGC Ciamis dengan skor tipis. Meski demikian, penampilan Titus Bonai dkk disebut masih jauh dari harapan dan menyisakan banyak evaluasi.

Salah satunya adalah faktor masih sering hilangnya konsentrasi para pemain, seperti Yu Hyun Koo dan Fathulrahman yang harus menerima kartu kuning di laga melawan PSGC Ciamis karena faktor tersebut. Kedua pemain bertahan SFC memang mendapat KK di laga ini karena tetap menendang bola meski wasit sudah meniup peluit tanda terjadinya pelanggaran.

Pelatih laskar wong kito, Beny Dollo mengakui hal tersebut dan menyebut akan mencoba memperbaiki kekurangan tersebut di laga kedua melawan Arema Cronus, Sabtu (5/9) mendatang. “Pemain SFC memang belum dalam kondisi fisik yang ideal, jadi saya memaklumi jika mereka terkadang hilang konsentrasi. Tapi hal tersebut jangan sampai terulang saat melawan Arema, karena mereka jauh lebih tangguh dan kesalahan sekecil apapun akan dibayar mahal,” jelasnya.

Terkait 2 KK yang diterima anak asuhnya, Bendol sendiri menyayangkan hal tersebut karena berpotensi merugikan tim kedepannya. “Apalagi pelanggaran tersebut bukan dalam posisi berbahaya, tapi hal tersebut biasa karena tekanan dalam pertandingan. Cuma mereka harus lebih berhati-hati lagi soalnya jika terkena KK lagi maka harus absen di pertandingan berikutnya,” tambahnya.

Selain itu, dirinya juga punya pandangan berbeda terkait KK yang didapat oleh Yu Hyun Koo dan Fathulrahman. “Kalau Fathulrahman memang layak diberikan hukuman karena memang menendang bola saat wasit sudah meniup peluit, sementara untuk Yu Hyun Koo sebenarnya dia tidak sengaja karena berbarengan dengan tanda ada pelanggaran,” bebernya.

Pemain SFC sendiri mendapat jatah libur usai melakoni laga perdana untuk mengembalikn kebugaran. “SFC akan kembali berlatih pada Kamis (3/9) pagi di stadion Gajayana, kami sendiri mengapresiasi jadwal pertandinga yang dibuat oleh Mahaka Sports and Entertainmet untuk turnamen Piala Presiden ini, jeda 4 hari cukup ideal untuk recovery pemain,” pungkasnya.

Beberapa pemain SFC sendiri menghabiskan liburan dengan beristirahat di hotel. “Fisik masih sangat capek karena istirahat yang kurang sejak tiba di Malang, jadi paling kami hanya berenang di hotel untuk pemulihan. Melawan Arema nanti, diperlukan konsentrasi yang lebih baik lagi selama 90 menit,” ujar kiper SFC, Dian Agus Prasetyo.