PALEMBANG — Untuk menjawab tantangan perekonomian nasional yang saat ini terus berkembang secara dinamis baik di tingkat pusat dan daerah khusunya dibidang dunia usaha dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani mengatakan tanpa dukungan daerah tidak akan ada investasi di Indonesia. Peran daerah sangat penting untuk kegiatan investasi dalam menopang perekonomian nasional.

“Memang masih banyak sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi agar usaha di daerah bisa berjalan lancar,maka dari itu perlunya dukungan dari pemerintah daerah” katanya saat menghadiri Rakorkonas APINDO di Hotel Aston, Palembang, Kamis (12/04).

Adanya kendala  di daerah menyangkut peraturan daerah (PERDA) seringkali menghambat kegiatan dunia usaha. Apalagi Mahkamah Konstitusi (MK) telah membatalkan wewenang menteri dalam negeri untuk mencabut Perda.

“Adanya Keputusan MK  membuat pemerintah pusat kehilangan kontrol untuk meninjau perda-perda yang ada karena akan dialihkan ke Mahkamah Agung, tentu ini akan membebani dunia usaha,” ujarnya.

Padahal, sambungnya, Apindo melalui Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) sering mengkaji perda yang menghambat kegiatan usaha dan mengajukan peninjauan ke Kemendagri.

“Terakhir KPPOD telah memberikan masukan kepada Kemendagri bahwa ada 3.100 perda yang menghambat dunia usaha,” katanya.

Sementara Ketua Apindo  Sumsel, Sumarjono Saragih mengatakan Rakerkonas APINDO bersinergi kebijakan industri dan perdagangan nasional bagi penciptaan data saing nasional termasuk didalamnya fokus industri prioritas untuk penciptaan nilai tambah dilapangan kerja. Serta kebijakan investasi perdagangan internasional.

“Dengan bakal pertumbuhan agregat 2016 sebesar 5,02% indonesia memasuki tahun 2017 yang masih dibayangi ketidak pastian secara internal maupun eksternal.hal ini yang menjadi salah satu perimbangan APINDO mengenai pentingnya Rakerkornas sebagai forum koordinasi antara kepengurusan APINDO nasional dengan provinsu,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait