PALEMBANG — Kemampuan anggota tim SAR (search and rescue) bukan hanya membantu pada saat terjadi musibah atau bencana, kemampuan tersebut juga diperlombakan dalam sebuah kompetisi bertajuk “Search and Rescue (SAR) Challenge” ke-5 yang berlangsung di Palembang, 17 – 21 Mei.
Pada pembukaan SAR Challenge ke-5 yang dipusatkan di Jakabaring Sport City (JSC) Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengatakan, “Kegiatan SAR Challange diselenggarakan untuk mengetahui kemajuan profesionalitas  anggota SAR dalam berbagai tuntutan kemampuan yang dimiliki.”
Pada SAR Challenge kali ini ada tujuh perlombaan, salah satunya skill event merupakan kemampuan keterampilan perorangan terhadap peralatan yang ada dari teknologi yang rendah hingga teknologi tinggi. Juga ada lomba ujian fisik menyiapkan diri secara perorangan maupun tim .
Dipilihnya Palembang sebagai tempat SAR Challenge ke-5, menurut Bambang Soelistyo karena kota ini akan menjadi tuan rumah perhelatan olahraga internasional Asian Games XVIII – 2018.
“Kegiatan ini diadakan di Palembang karena 2018 akan ada event internasional dan dalam Keppres tentang Asian Games, Basarnas ikut dilibatkan dalam pelayanan serach and rescue pangamanan. Dengan penyelenggaraan di Palembang peserta bisa melakukan orientasi terhadap medan, mereka harus melakukan pelatihan persiapan,” kata Bambang.
Menurut Kepala Basarnas, pada  Asian Games mendatang, Basarnas bersama pemrintah dan pihak terkait menyiapkan diri untuk tampil secara maksimal, salah satunya menyiapkan peralatan yang terkait dengan cabang olahraga dengan potensi musibah.
Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki mengatakan, “Masing sering terjadinya musibah dan bencana alam harus diwaspadai. Pada Asian Games mendatang akan mempertandingkan 37 cabang olahraga yang memerlukan adanya pengamanan dari Basarnas,  baik untuk atlit, official maupun penonton,” katanya. (tari)

Artikel Terkait