Tidak ingin membuang waktu percuma, skuad PON Sumsel kembali berlatih intensif sejak pekan lalu dan diikuti oleh seluruh pemain. Bahkan dalam waktu dekat, Hapit Ibrahim dkk juga dijadwalkan akan kembali menggelar blusukan ke sejumlah kabupaten-kota di Sumsel untuk berujicoba dan menyaring bakat-bakat baru.

“Kunjungan ke kabupaten kota merupakan program Asprov PSSI dan sudah sejak lama kita canangkan. Awalnya kemarin akan kita gelar di awal Desember, namun diundur dengan pertimbangan banyak daerah yang sedang melaksanakan pilkada serentak,” ujar asisten manajer PON Sumsel, Bambang Supriyanto saat dihubungi Jumat (11/12) sore.

Menurutnya, di skuad PON Sumsel saat ini pun juga banyak yang ditemukan saat blusukan ke kabupaten-kota di Sumsel. “Boleh dibilang hampir seluruh kabupaten/kota di Sumsel ada wakilnya di tim ini dan itu cukup menggembirakan, artinya proses pembinaan berjalan dengan baik di daerah dan tidak berpusat di Palembang semata,” tambahnya.

Beberapa pilar tim PON Sumsel sendiri memang cukup beragam jika dilihat dari asalnya. Yogi Novrian, Yusuf Effendi berasal dari Muba, Dian Sopian merupakan pemain yang ditemukan dari Serong Banyuasin, lalu Slamet Budiono dan Untung Wibowo dari Musi Rawas atau Fatoni yang berasal dari PALI.

Pelatih PON Sumsel, Rudy Keltjes sendiri mengaku sangat optimis melihat perkembangan anak asuhnya yang dinilainya akan mampu bersaing memperebutkan medali di PON 2016 Jabar mendatang. “Jika melihat permainan mereka saat ini, saya pikir target sekedar lolos ke PON itu tidak realistis. Sumsel akan mampu berbicara banyak nanti, minimal lolos ke semifinal,” tegasnya.

Selain ke PON 2016, dirinya pun membidik gelar juara ISL U21 bila nantinya kompetisi untuk pemain muda di tanah air tersebut kembali digelar. “SFC dalam pandangan saya kedepannya pun tidak perlu jor-joran membeli pemain bintang. Banyak dari pemain PON Sumsel ini sudah layak dipromosikan dan diberi kesempatan karena memang kualitasnya mumpuni,” harapnya.