PALEMBANG — Asa Sriwijaya FC untuk mencuri poin saat menantang tuan rumah Semen Padang, Jumat (15/7) malam di stadion H Agus Salim Padang dipastikan akan cukup sulit. Pasalnya, meski laskar wong kito unggul di peringkat klasemen sementara kompetisi Torabika Soccer Championsip (TSC) 2016, namun skuad Kabau Sirah punya rekor mentereng bila bermain di kandang sejauh ini.

Hingga pekan kesembilan kompetisi TSC 2016, Semen Padang menjadi salah satu klub yang mencetat rekor 100 persen kemenangan di kandang. Tercatat dari 4 laga yang dimainkan di depan publik sendiri, skuad asuhan Nil Maizar ini berhasil mengamankan poin penuh dan membuat catatan gol yang cukup produktif.

Total dari 11 gol yang berhasil diciptakan Semen Padang sejauh ini, 9 diantaranya dihasilkan saat bermain di kandang dan legiun asing Marcel Silva Sacramento menjadi top skor sementara dengan 4 gol, diikuti oleh eks pemain SFC Vendry Mofu yang menyumbangkan 3 gol. Selain lini depan yang tajam, barisan tembok pertahanan Semen Padang yang digalang oleh Hengki Ardiles juga sangat tangguh bila bermain di kandang.

Sejauh ini, gawang Semen Padang yang dijaga oleh Rivky Mokodompit baru kebobolan 1 gol lewat Ferdinan Sinaga saat laga perdana TSC 2016 melawan PSM Makassar (29/4) lalu dan setelah itu praktis tidak ada pemain lain yang berhasil mengikuti catatan tersebut. Melihat catatan ini, banyak pihak yang memprediksi SFC nanti akan mendapat kesulitan dalam laga yang bertajuk Derby Andalas ini.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, pelatih SFC Widodo C Putro mengaku tidak silau dengan rekor impresif Semen Padang dan lebih memilih menyiapkan strategi untuk anak asuhnya nanti. Menurutnya, laga ini pasti akan berjalan menarik mengingat sejauh ini SFC pun punya rekor tandang yang cukup baik sejauh ini.

Dari 5 laga tandang yang sudah dimainkan, Supardi Nasir dkk mencatat hasil 2 kemenangan, 2 imbang dan 1 kali kalah. “Semen Padang punya organisasi permainan yang bagus, namun saya juga harus percaya dengan kemampuan tim saya. Di laga tandang terakhir, mereka sudah membuktikan tidak terpengaruh dengan tekanan dari suporter tuan rumah dan akhirnya bisa memenangkan pertandingan melawan Persija. Saya berharap hal ini bisa diteruskan nanti di Padang,” ujar eks asisten pelatih timnas ini.

Menurutnya, dirinya sudah mempelajari gaya permainan Semen Padang saat bertemu Arema Cronus  (1/7) lalu dan melihat ada sejumlah titik lemah yang bisa dimanfaatkan pihaknya. “Sebelum berangkat ke Padang, kami akan menggelar meeting terlebih dulu dan melihat kembali rekaman pertandingan lawan, meski pasti nantinya akan ada perubahan taktik namun minimal pemain SFC ada gambaran saat akan turun ke lapangan nantinya,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost