Penyerang Sriwijaya FC, Titus Bonai menjadi sorotan di ajang Piala Presiden 2015. Meski mampu membawa laskar wong kito ke babak 8 besar, namun ketajaman eks Persipura ini mulai dipertanyakan.

Pasalnya, dari 4 laga yang sudah dimainkan sejauh ini di turnamen Piala Presiden, pemain yang juga merangkap sebagai kapten tim SFC belum juga mencetak gol. Hal yang sama juga terjadi saat di kompetisi Qatar National Bank (QNB) League lalu, dari 3 pertandingan yang dilakoni, sosok Tibo kalah dari Goran Ljubojevic, Ferdinan Sinaga atau Raphael Maitimo untuk urusan mencetak gol.

Namun saat dikonfirmasi, Tibo mengaku tidak terlalu khawatir dan tetap fokus menjalankan tugasnya di dalam tim. “Saya pikir bukan masalah jika saya tidak mencetak, yang paling penting adalah kepentingan tim. Buat apa bila saya bikin gol tapi tim bermain jelek atau kalah,” ungkapnya saat ditemui di Mess Pertiwi, Sabtu (26/9) sore.

Menurutnya, belakangan ini dirinya memang lebih banyak dimainkan sedikit ke belakang guna membantu lini tengah dan pertahanan SFC. “Jadi semuanya karena kepentingan strategi, namun jika nanti dimainkan di posisi striker saya pun siap karena sebenarnya dulu pernah ditempatkan disitu,” tambahnya.

Tibo mengatakan bahwa sebenarnya dirinya pun beberapa kali mendapat kesempatan mencetak gol melalui bola mati seperti tendangan bebas atau penalti, seperti saat di laga terakhir fase grup B melawan Persela Lamongan (9/9) lalu.

“Jika saya egois, maka pasti semua saya ambil. Namun saya kapten tim dan harus mementingkan kepentingan bersama. Kemarin Patrich yang meminta jatah tersebut karena merasa lebih siap dan saya serahkan, hasilnya pun positif. Jadi sepakbola bukan hanya semata soal mencetak gol, ada hal lain yang harus juga kita pikirkan,” pungkasnya.