Tebalnya kabut asap di Palembang menjadi pertimbangan utama manajemen Persebaya sebelum memutuskan apakah tetap akan turun bermain di leg kedua babak 8 besar Piala Presiden 2015 kala menantang tuan rumah Sriwijaya FC, Minggu (27/9) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang. Karena hal tersebut, meski sudah menginjakkan kaki di Palembang, Jumat (25/9) sore, skuad Bajul Ijo masih akan menunggu hingga sesi uji coba lapangan yang akan digelar Sabtu (26/9) sore.

Asisten pelatih Persebaya, Tony Ho sendiri mengaku bahwa saat penerbangan dan ketika mendarat di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, anak asuhnya cukup kaget dengan kondisi terkini di Palembang yang diselimuti kabut asap. Bahkan untuk proses pencehan dari penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pihaknya pun langsung memberikan masker kepada Evan Dimas dkk setelah mendarat.

“Kita tetap akan bersiap, namun yang jelas kita akan tunggu apa kata dokter tim terlebih dulu. Hasilnya kita sampaikan ke pak Gede selaku manajer dan nanti beliau yang akan memutuskan apakah kita akan turun bertanding atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, dokter tim Persebaya Heri Siswanto mengaku terus mengukur level Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palembang sebelum mengeluarkan rekomendasi apakah Evan Dimas dkk dapat bermain atau tidak nantinya. “Saya setiap hari terus memantau level ISPU di Palembang, saat kita tiba sudah mencapai 250 dan artinya itu sangat berbahaya,” jelasnya.

Menurutnya, jika level ISPU sudah diatas 200 maka kualitas udara dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. “Bahkan berdasarkan pantauan kami, di hari Kamis (24/9) kemarin saat bertepatan dengan Idul Adha, level ISPU mencapai di atas 300, artinya kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi (misalnya iritasi mata, batuk, dahak dan sakit tenggorokan),” bebernya.

Sementara itu, skuad SFC sendiri terus mempersiapkan diri menghadapi Persebaya United dan menggelar latihan seperti biasa. Namun Jumat (25/9) pagi, Titus Bonai dkk mengganti sesi latihan di stadion GSJ dan beralih ke lapangan futsal yang terletak di kawasan Rambang, tidak jauh dari MessPertiwi yang menjadi home base SFC.

“Kita tetap fokus dan terus mempersiapkan diri, SFC sendiri tetap pada regulasi awal yang dikeluarkan oleh Mahaka Sports and Entertainment selaku penyelenggara Piala Presiden, bahwa babak 8 besar dilakukan dengan format home and away. Sejauh ini pun tidak ada email atau keberatan yang disampaikan oleh promoter, artinya pertandingan akan tetap digelar seperti rencana semulai, lagipula panpel SFC sudah menjual tiket untuk penonton umum. Kami tidak ingin dicap mencari keuntungan dibalik semua ini, karena pemain kita pun mengalami hal yang sama dengan Persebaya bahkan jauh lebih lama, tapi siapapun yang lolos ke babak semifinal, mari diselesaikan di 90 menit tersisa nanti,” ujar sekretaris SFC, Achmad haris.