Penyesalan mendalam dirasakan oleh legiun asing Sriwijaya FC, Thierry Gauthessi yang harus absen di laga pertama babak trofeo turnamen Piala Gubernur Kaltim menghadapi Pusamania Borneo FC, Kamis (10/3) malam di stadion Segiri Samarinda. Pemain asal Kamerun berpaspor Perancis ini memang mesti menjalani hukuman larangan bermain 1 laga usai menerima akumulasi KK di laga terakhir Grup B melawan Mitra Kukar (5/3) lalu.

“Tentu saya menyesal dan merasa sudah melakukan tindakan yang bodoh. Apalagi ini sudah babak semifinal, saya harus membantu tim merebut 1 tiket ke babak final,” ungkap pemain yang juga turut menjadi bagian dari SFC merebut gelar juara kompetisi Indonesian Super League 2011/2012 lalu ini.

Diakuinya, sewaktu laga melawan Mitra Kukar kemarin, dirinya tidak mengetahui bahwa hukuman akumulasi kartu kuning tetap berlaku hingga babak lanjutan menuju final. “Saya pikir waktu itu jika lolos dari putaran grup, maka semua akan diputihkan lagi. Kalau tahu terus berlaku maka sudah pasti hal tersebut tidak akan saya lakukan,” ujar pemain yang bisa bermain di semua posisi lini belakang ini.

Menurutnya, kartu kuning yang diterimanya saat melawan Mitra Kukar lalu juga semestinya tidak terjadi karena terjadi di bagian pertahanan lawan dan tidak membahayakan tim SFC. “Saya terpancing emosi karena saat itu semua tahu kita butuh kemenangan untuk mengamankan tiket  dari Grup B, namun semua sudah terjadi dan ini pelajaran buat saya,” tambahnya.

Namun, Thierry sendiri sedikit gembira setelah mengetahui bahwa larangan bermain tersebut hanya berlaku untuk 1 babak saat melawan tuan rumah Pusamania Borneo FC. “Kemarin saya sempat stress karena mengira harus absen di semua pertandingan 6 besar, kalau itu benar terjadi maka saya akan merasa menyesal tidak bisa membantu perjuangan tim,” tegasnya.

Terkait penampilannya bersama SFC, Thierry mengaku bahwa semua pemain masih perlu waktu untuk mencapai performa terbaik. “Perlu dipahami tim ini banyak dihuni pemain baru, dan saat berlatih di Palembang kami pun kurang mendapat lawan untuk latih tanding yang seimbang. Jadi bukan untuk mencari alasan, namun semua perlu waktu agar dapat saling memahami lebih baik lagi,” pungkasnya.

Artikel Terkait