Meski sempat menyatakan meliburkan seluruh skuadnya, namun manajemen Sriwijaya FC akhirnya meralat keputusan tersebut dan kembali melaksanakan sesi latihan seperti biasa, Jumat (22/5) sore di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Jumat (22/5) sore. Namun berbeda dengan sesi terdahulu, hanya terlihat 14 pemain yang mengikuti latihan ini.

Pemain yang mengikuti latihan tersebut itu sendiri didominasi pemain muda seperti Teja Paku Alam, Manda Cingi, Rishadi Fauzi, Alan Martha, Jecky Arisandi, Rizky Dwi Ramadhana, Hapit Ibrahim, Ichsan Kurniawan, Jajang Maulana dan Yohanis Nabar. Sementara pemain senior yang mendampingi adalah Wildansyah, Fachrudin, Ferdinan Sinaga serta 1 legiun asing Goran Ljubojevic.

Dari jajaran pelatih, tidak terlihat sosok pelatih kepala Beny Dollo dan asistennya yang sudah mendampingi sejak masih di Persija musim lalu, Hendri Susilo. Sesi latihan sendiri akhirnya dipimpin oleh trio asisten pelatih tersisa yakni Hartono Ruslan, pelatih kiper Hariono serta pelatih fisik Gaseli.

Manajer SFC, Robert Heri menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum berpikir untuk membubarkan tim pasca ketidakjelasan kompetisi QNB League dan batalnya turnamen pra musim Piala Liga yang sebelumnya digagas oleh PT Liga Indonesia akan digelar di akhir Mei ini.

Sesi latihan ini diakuinya digelar karena sewaktu-sewaktu bisa saja pihaknya mengikuti turnamen yang dipersiapkan oleh pihak PSSI. Terkait ketidakhadiran beberapa pemain di sesi latihan ini, menurutnya semuanya sudah dikomunikasikan dengan jajaran manajemen. “Kita sendiri paham dan memberikan toleransi bagi pemain, jika alasannya rasional maka pasti kami izinkan seperti Titus Bonai yang belum bisa bergabung ke Palembang karena masih harus menunggu ibunya yang tengah sakit atau Faturahman dan Ngurah Nanak yang sudah terlanjur pulang,” jelasnya.

Sementara penjaga gawang senior, Dian Agus Prasetyo dikabarkan menengok keluarganya dan Asri Akbar terkena sakit. Sedangkan trio Yogi Triana, Syakir Sulaiman dan Patrick Wanggai dirumorkan menjadi pemain yang berstatus dirumahkan meski belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak manajemen SFC.

Beberapa pemain yang ditemui saat latihan mengaku sangat berharap bahwa konflik yang melibatkan PSSI dan Menpora cepat berakhir sehingga semuanya dapat kembali normal. “Para petinggi kedua belah pihak harus melihat bahwa keinginan pemain hanyalah berlatih dan bertanding. Kami hanya bisa mendoakan agar masalah ini cepat selesai,” ujar Jecky Arisandi.