Laskarwongkito.com — Sudah jamak dikenal jika pempek atau empek-empek berasal dari kota Palembang. Pempek menjadi penganan wajib bagi mereka yang datang dan berkunjung ke kota ini.

Bahkan bagi warga lokal Palembang, tidak ada bosan-bosannya mengonsumsi penganan dari olahan ikan ini. Meskipun disajikan setiap hari bersama dengan saus pedas bernama cuko. Makanya, muncul ungkapan unik, “Sudahkan Anda ngirup cuko hari ini?”.

5326090035_7c2ac2d41d

(sumber foto: pempekcekmolek.files.wordpress.com)

Nah, kamu budak mudo mak ini ari, tahu nggak jika dulunya, pempek awal mulanya dinamakan Kelesan. Karena suatu hal maka berubah jadi pempek.

Berdasarkan sejarah yang dikutip dari buku karangan RHM Akib, “Sejarah dan Kebudayaan Palembang: Rumah Adat Limas Palembang”, disebutkan jika di masa Kesultanan Palembang, pempek atau kelesan adalah makanan di dalam rumah limas yang gunanya untuk acara adat. Karena makanan memiliki fungsi tersendiri dalam adat palembang.

Tapi ketika masa penjajahan Belanda, makanan ini sudah berubah fungsinya menjadi makanan yang dijual di warung makanan oleh orang cina.

Selain itu ada pula yang menjualkannya keliling kampung-kampung dengan jalan kaki.

pempek-palembang campur

(sumber foto:3.bp.blogspot.com)

Sekitar tahun 1916-an, di daerah keraton dan Masjid Agung sering ada orang Cina yang membuat pempek untuk dijual. Ternyata jualannya laku keras karena yang dijualnya adalah makanan asli Palembang yang dibuat dengan telaten dan rasanya sangat nikmat.

Makanan ini pada awalnya dinamai Kelesan, berdasarkan bentuk dan cara masaknya ada beberapa nama pempek, ialah kelesan lenggang, kelesan kerupuk, kelesan senggol dan lain-lain. Dinamakan kelesan karena cara membuat adonan ini diaduk dan tahan disimpan lama.

Setelah itu ada namanya si Empek (nama orang cina) atau dalam sejarah lain Apek (untuk menyebut lelaki tua dalam bahasa Cina), yang menjajakan Kelesan itu. Maka, oleh para pembeli yang sering duduk-duduk di warung memanggilnya dengan sebutan “Pek, empek mampir sini!”.

rebutan-pempek-jambi-dan-palembang-dikritik-budayawan

(sumber foto: cdns.klimg.com)

Rasaya yang lezet membuat jajanan ini sering ditunggu-tunggu pembeli. Akhirnya, lambat laut, sebutan tersebut menjadi kebiasaan sehingga berubahlah nama makanan yang dijual si Empek menjadi Pek Empek yang pada akhirnya berubah menjadi pempek.

Sedangkan di antara masyarakat Palembang sendiri sekarang ini – utamanya di beberapa lokasi Palembang Lama, sebutannya tetaplah Kelesan.

Nah, begitulah sejarah asal muasal nama pempek ini. Semoga menambah khasanah pengetahuan kita ya guys.. (red/dil)

Artikel Terkait