Laskarwongkito.com — Terlepas dari kelezatan pempek Palembang, kuah dari pempek yang merupakan campuran cuka dan rempah lainnya, dikabarkan merupakan salah satu makanan yang dapat merusak kesehatan gigi.

Apakah benar berita yang tersebar itu? Tulisan di bawah ini akan mencoba sajikan fakta klinis-ilmiah terkait cuko pempek ini.

142757_coverpempek

(sumber foto: us.images.detik.com)

Pempek biasanya disajikan bersama-sama dengan cuko. Cuko terbuat dari gula merah, cuka (asam asetat), bawang putih, kecap, garam, cabai, udang kering (ebi), tongcai (sayuran kering), dan sedikit penyedap rasa (MSG). Semua bahan tersebut dimasak hingga mendidih, kemudian disaring.

Makan pempek dengan menggunakan cuko diduga merupakan penyebab utama terjadinya erosi gigi. Cuko diyakini dapat menyebabkan erosi gigi karena keasamannya yang tinggi, yang secara kimiawi dapat melarutkan email gigi. Asam asetat, asam aetanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus kimia CH3COOH.

Tetapi, Dr drg Safrida Hoesin, SpKG, dalam disertasi doktornya yang berjudul “Kejadian karies dan fluorosis pada anak usia 12 tahun di Palembang, Sumatra Selatan (Suatu kajian epidemiologik dan laboratorik pada kelompok karies ringan dengan kebiasaan mengkonsumsi kuah asam manis)”, membantah berita tersebut.

Penelitian drg Safrida itu membuktikan bahwa kebiasaan mengkonsumsi pempek yang dibubuhi kuah asam manis mengandung cuka dapur, bumbu gula merah, ebi dan dapat melindungi gigi dari karies serta tidak selalu menyebabkan gigi rusak.

Bahkan beliau mengatakan kuah cuko yang dicampurkan pada makanan pempek, diketahui berkhasiat menghambat terbentuknya karies gigi. Karies gigi adalah suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang dapat diragikan.

Soy sauce in small bowl

(sumber foto: us.images.detik.com)

Tandanya adalah adanya demineralisasi jaringan keras gigi yang kemudian diikuti oleh kerusakan bahan organiknya, akibatnya terjadi invasi bakteri dan kematian pulpa serta penyebaran infeksi ke jaringan periapeks yang dapat menyebabkan nyeri.

Karena dalam kuah asam manis itu diketahui terdapat senyawa fluor dalam kadar relatif tinggi. Sumber lain menyebutkan, kadar fluor dalam satu liter kuah cuko, mengandung kurang lebih 9-13 ppm fluor. Senyawa inilah yang berfungsi melindungi gigi dari karies.

Namun, meski demikian, beliau juga mengakui bahwa bila kuah asam manis (KAM) itu bila dikonsumsi sebelum usia delapan tahun dengan intensitas tinggi, dapat menyebabkan terjadinya fluorosis email yang ternyata lebih rentan terhadap karies.

Nah, memang semuanya harus seimbang. Jika memang hobi makan pempek dengan cuka, maka imbangi dengan rajin menggosok gigi.

Toh, secara turun temurun, banyak sekali sebenarnya khasiat cuka pempek ini, seperti membantu memperlancar peredaran darah, menurunkan kadar kolestrol, menguatkan stamina dan vitalitas, mencegah infeksi, mengeluarkan racun dari tubuh, dapat mencegah timbulnya sel tumor, menghangatkan tubuh dan lainnya. Meskipun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menguatkan klaim di atas.

Jadi, jangan khawatir, yuk kito ngirup cuko lagi. (red/dil)

Artikel Terkait