PALEMBANG — Kemenangan Sriwijaya FC atas Perseru Serui, Sabtu (14/10) sore di stadion Marora Serui harus dibayar mahal. Pasalnya, di laga ini penyerang andalan laskar wong kito Alberto Goncalves mendapat kartu kuning di menit dan membuatnya harus absen di laga berikutnya melawan Arema FC, Jumat (20/10) mendatang di Palembang.

KK tersebut merupakan yang ketiga kalinya diperoleh striker asal negeri Samba in sehingga sesuai regulasi di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 harus absen di 1 pertandingan terlebih dulu. Saat dikonfirmasi, ayah dari 3 anak ini mengaku enggan membicarakan hal ini karena sangat kecewa dengan pengadil di lapangan saat itu, Prasetyo Hadi.

“Saya sangat marah, karena semua bisa melihat tidak ada kesengajaan dari saya untuk membuka sepatu. Ketika itu saat dalam proses mencetak gol, kaki dan sepatu saya terinjak oleh lawan sehingga saya pun dengan refleks langsung ingin memasangnya kembali, tetapi mengapa wasit langsung memberikan KK,” keluhnya saat dihubungi Minggu (15/10) siang.

Apalagi diakuinya, situasi kondisi tim SFC saat ini tengah dalam performa yang menanjak dan di 4 pertandingan terakhir mampu mencetak 4 gol bagi tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini. “Setelah periode buruk, saya senang ada respon yang sangat baik dari seluruh tim dan hasilnya pun begitu positif. Saya pun kemarin seperti tidak percaya SFC bisa menang di Serui, karena tahu laga disini sangat sulit karena perjalanan sangat jauh dan melelahkan, seluruh pemain juga menyangka mungkin hasil maksimal adalah imbang, tetapi ternyata kerja keras kami berbuah manis. Kartu kuning itu sangat merusak momen ini karena saya tahu laga melawan Arema nanti juga sangat penting,” ujarnya.

Meskipun tidak akan bermain, namun Beto tetap percaya pemain SFC lainnya tetap akan memberikan yang terbaik guna meraih hasil maksimal saat melawan Singo Edan nantinya. “Saya tetap akan memberikan support, saya pikir pelatih pun pasti sudah punya strategi khusus saat melawan Arema nanti,” terangnya.

Sementara itu, manajemen SFC sendiri menyatakan sudah melihat tayangan ulang kejadian tersebut dan menanyakan secara langsung kepada pengadil di lapangan. “Wasit mengira gerakan beto melepas sepatu sebagai sebuah selebrasi, padahal bukan dan cuma untuk memasang kembali setelah sempat terlepas karena terinjak lawan. Tentu ini sebuah kerugian, tetapi kami harus segera mempersiapkan diri untuk melawan Arema nanti,” ujar pelatih SFC, Hartono Ruslan saat dikonfirmasi. (dedi)

Artikel Terkait