PALEMBANG — Munculnya sanksi dari Komisi Disiplin terhadap sekretaris tim Sriwijaya FC, Achmad Haris disesalkan manajemen laskar wong kito. Pasalnya hukuman tersebut dikeluarkan tanpa mendengarkan keterangan tanpa pihak SFC terlebih dulu.

Achmad Haris berdasarkan sidang Komdis PT LIB, Kamis (1/6) kemarin dianggap melakukan pelanggaran saat laga Sriwijaya FC melawan Madura United (21/5) lalu. Haris saat itu disebut berbuat tidak sportif dengan mendatangi bench lawan dan beradu mulut dengan pelatih kiper Madura United, Hermansyah.

“Saya pribadi tidak pernah dimintai keterangan terkait insiden ini. Saya juga bukan tipikal orang yang melakukan sesuatu tidak ada dasarnya, jadi Komdis seharusnya melihat sebab-akibat dibalik peristiwa tersebut,” jelas Ahmad Haris saat dikonfirmasi Jumat (2/6) siang.

Menurutnya, saat terjadi benturan di lapangan yang melibatkan Yu Hyun Koo dan Peter Odemwingie, Hermansyah melakukan provokasi sekaligus intimidasi terhadap kapten tim SFC tersebut. “Dia melontarkan makian tidak pantas ke Yu Hyun Koo, tidak itu saja Hermansyah juga mengeluarkan sebuah kalimat yang menyinggung sebuah daerah di Sumsel,” bebernya.

Dirinya pun mempertanyakan mengapa Hermansyah dengan nada tinggi menyebut salah satu daerah atau suku di Sumsel tersebut. “Sepakbola tidak boleh dikaitkan dengan suku atau daerah, karena itu saya sempat adu mulut dengannya. Namun memang tindakan saya mendatangi bench lawan itu salah, tetapi itu hal yang mendasarinya,” tambahnya.

Usai kejadian, Hermansyah pun disebutnya kembali menghubunginya via inbox dan menjelaskan maksud perkataannya tersebut. “Beliau juga meminta maaf terkait hal ini dan saya juga menganggap semua sudah selesai,” ungkap pria berkacamata ini.

Dirinya pun merasa bertambah bingung karena surat protes SFC sebelumnya juga tidak mendapatkan tanggapan. “Kita sama-sama melihat bagaimana Teja Paku Alam, penjaga gawang SFC sampai sekarang masih harus absen karena cedera akibat benturan keras lawan. Tidak ada perlingungan terhadap pemain, tetapi surat protesnya menguap,” keluhnya.

Atas hukuman komdis ini, Haris dijatuhi larangan tidak boleh mendampingi tim di bangku cadangan sebanyak 2 kali dan uang denda sebesar 20 juta. (dedi)

Artikel Terkait