Munculnya protes dari beberapa tim peserta turnamen Piala Gubernur Kaltim (PGK) yang mengeluhkan buruknya kualitas wasit dari Asosiasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI) langsung mendapat respon dari Tim Transisi. Tim bentukan Kemenpora ini pun menyatakan siap memberikan hukuman maksimal yakni larangan memimpin bagi wasit-wasit Awapi yang nantinya terbukti melakukan pelanggaran berat selama bertugas di turnamen PGK.

“Saya sudah melihat laporan mengenai adanya beberapa pemain yang terkena cedera di turnamen PGK ini dan salah satunya yakni Firman Utina dari SFC. Jika melihat kondisinya, maka apa yang dialaminya sudah fatal dan berdampak bagi kariernya kedepan, apalagi sebelumnya setahu saya dia juga pernah cedera cukup parah,” ungkapnya di Samarinda, Minggu (13/3) malam.

Menurutnya, apapun alasan yang dilontarkan wasit Awapi tidak dapat dijadikan pembenaran. “Jika alasannya arena sudah lama tidak bertugas, rasanya tidak tepat. Karena siapapun yang turun ke lapangan kami anggap punya kredibilitas untuk memimpin pertandingan,” jelasnya.

Usai turnamen ini, pihaknya pun mengaku akan menggelar evaluasi internal terkait masalah ini. “Kami punya data base wasit, kalau memang ada diantara mereka yang bertugas di PGK punya kredibilitas yang buruk, saya akan ingatkan atau bila perlu langsung dilaporkan ke bapak menteri. Karena wasit dengan repurasi seperti itu maka jangan dipakai lagi,” tegasnya.

Namun pihaknya menyatakan permasalahan ini bukanlah persoalan wasit asal Awapi atau dari PSSI. “Ini tidak semata-mata wasit dari Awapi atau bukan, jika memang ada yang dari PSSI punya kualitas yang baik mengapa tidak kami tugaskan. Jadi bukan masalah dikotonomi PSSI atau Awapi, buktinya yang bermain sekarang adalah klub-klub anggota PSSI,” tambahnya.

Menurut Gatot, yang menjadi perhatian utama mereka adalah perbaikan tata kelola sepakbola nasional. “Yang kami bela adalah mereka yang melakukan profesi sesuai dengan kewajibannya. Ini baru turnamen, nanti saat kompetisi bergulir tantangannya akan jauh lebih berat. Jadi ini menjadi catatan kami, dan semua sudah tahu turnamen PGK ini bukan yang pertama, sebelumnya ada Piala Presiden, Piala Jenderal Sudirman, tentu semua harus lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya.