PALEMBANG — Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya agar penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dapat sedini mungkin diketahui. Hal ini terbukti dengan dipasangan alat sensor cuaca.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sumsel, Ir Ruslan Bahri MT mengatakan, alat sensor cuaca yang merupakan bantuan dari Center for Reseacrh on IOT, Data Science and Resiliency tersebut dapat mendeteksi asap, kelembaban udara serta tekanan udara.

WhatsApp Image 2017-04-06 at 15.38.14

(sumber foto: laskarwongkito.com)

“Bantuan alat sensor cuaca ini merupakan hibah International Center for Theoretical Physics (ICTP) dari Unesco,” ucap Ruslan saat diwawancarai, Kamis (6/4).

Lanjutnya, pihaknya menerima bantuan alat tersebut sebanyak 10 unit. “Sekarang ini 5 unit dulu yang sudah dirakit, nanti setelah sudah melakukan presentasi dari hasil kinerja alat tersebut barulah diketahui jumlah kebutuhan terhadap alat tersebut,” lanjutnya.

Saat ini, tambah Ruslan, ke-5 unit alat sensor cuaca tersebut dipasang pada beberapa titik di lingkungan stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ).

“Kita pasang di stadion utama GSJ, venue shooting range, venue volley pantai, aquatic serta venue atletic,” terangnya.

Ruslan juga mengatakan, kinerja alat tersebut akan terpantau melalui smartphone karena tersambung langsung dengan satelit. Dan data yang tercetak langsung dapat diketahui dan tersimpan dalam simcard pada alat tersebut.

“Alat ini bisa langsung mengetahui jika terjadi perubahan anomali cuaca disekitar alat tersebut, sehingga dapat diketahui dengan cepat dan akan ada tim yang datang untuk mengetahui perubahan cuaca tadi,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait