PALEMBANG — Untuk membantu petani di Sumatera Selatan (Sumsel) dalam meningkatkan hasil produksi pertanian dan membudidayakan lahan, Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia akan memberikan dana bantuan.

Kepala Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia Nazir Foead, mengungkapkan bahwa dana tersebut berasal dari dana hibah yang dikombinasi dengan dana investasi. “Sumsel memiliki potensi yang cukup besar ditunjang dengan pengalaman dalam membudidayakan lahan gambut untuk dimanfaatkan secara baik,” jelas Nazir Foead usai menggelar pertemuan dengan gubernur Sumsel di Griya Agung, Rabu (08/02).

Selain itu, Foead berharap dengan adanya dana bantuan ini bisa serius mengatasi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumsel.

Lebih lanjut, Foead mengatakan dana hibah yang terkumpul saat ini sekitar 125 juta dolar, tetapi jika disandingkan dengan dana investasi totalnya mencapai setengah miliar dolar.

Sementara, gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin menyambut antusias bantuan dana dari BRG dan akan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

“Kalau dana gambut diserahkan kepada Sumsel ada dua keuntungan yang didapat, pertama mencegah lahan gambut terlantar terbakar serta kedua membuat lahan gambut jadi lahan produktif sehingga busa menjadikan Sumsel surplus beras,” ucap orang nomor satu di Sumsel ini.

Dikatakan mantan bupati Muba dua periode ini, Sumsel memiliki banyak lahan gambut yang terlantar. Oleh karena itu, butuh bantuan dana agar lahan gambut yang ada bisa lebih produktif lagi dan menguntubgkan semua pihak. (juniara)

Artikel Terkait