PALEMBANG — Adanya efisiensi anggaran menjadi salah satu penyebab terganggunya pemekaran daerah otonomi baru (DOB). Hal ini diungkapkan senator asal Sumatera Selatan (Sumsel), Siska Marleni.

Meskipun terhambat dikarenakan efisiensi anggaran, dirinya mengakui pihaknya akan memperjuangkan sejumlah aspirasi pemekaran ataupun pembentukan DOB.

“Dana Alokasi Umum (DAU) tertunda, karenanya kemampuan keuangan negara sekarang belum mampu menambah DOB,” ucap Siska pada awak media, Selasa (18/04).

Namun, Siska meyakini tetap akan menyuarakan pemekaran DOB karena dinilai untuk melakukan pembangunan secara merata diseluruh daerah.

“Pemekaran DOB dilakukan sebagai peningkatan kualitas pelayanan kesejahteraan, itulah yang menjadi dasar mengapa DOB harus dilakukan, tetapi memang faktanya bahwa keuangan negara tidak bisa mengakomodir semua itu,” jelasnya.

Siska juga mengatakan, pihaknya sudah mengantongi 68 daerah yang mengusulkan pemekaran dan sudah sesuai Amanat Presiden (Ampres). “Usulan yang sudah ada ampresnya tetap kita sampaikan untuk segera dibahas,” terangnya.

Sepanjang tahun 2017, kata Siska, pihaknya juga menerima 200 usulan pemekaran daerah. “Itu usulan yang baru. APBN tahun 2017 memiliki dinamika yang tinggi, kalau naik yah oke tapi kalau turun gimana. Kalau realisasi penerimaan APBN sesuai targetnya maka daerah pemekaran akan siap defenitif,” tutupnya.(juniara)

Artikel Terkait