PALEMBANG — Pembangunan kampus Universitas Islam Negeri Raden Fatah di Jakabaring Palembang Sumatera Selatan terus dikebut. Kampus yang bakal terintegrasi dengan Islamic Center dan Masjid Sriwijaya itu telah dibangun pagar dan turab.

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr HM Sirozi MA Phd menjelaskan untuk master plan pembangunan kampus UIN akan dikirim ke Islamic Development Bank (IDB) di Jeddah pada 10 April mendatang.

“Kita targetkan awal Juni sudah ada persetujuan, setelah itu baru dilakukan lelang pembangunan, dan pada awal Oktober sudah peletakan baru pertama,” jelas Sirozi pada awak media, usai bertemu dengan Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin untuk melaporkan progress pembangunan kampus UIN, Senin (27/03).

Untuk lelang pembangunan kampus UIN, Sirozi mengungkapkan bahwa tidak semua perusahaan yang bisa mengajukan proposal, harus memiliki sertifikat sesuai standar IDB. “Lelangnya di Jakarta, Kementerian Agama yang melakukannya dan tidak semua perusahaan bisa masuk,” kata dia.

Sirozi menyebutkan, pada Desember 2018 mendatang, pembangunan kampus UIN sudah selesai dengan penggunaan dana anggaran sebesar Rp 490 miliar untuk pembangunan sembilan unit gedung, terdiri dari gedung yang paling besar yakni Gedung Perpustakaan setelah itu gedung laboratorium terpadu dan gedung rektorat.

“Enam gedung lainnya itu untuk fakultas baru seperti fakultas FISIP, Science dan Teknologi,” ungkap Sirozi.

Menurutnya, kampus UIN di Jakabaring akan berbeda dari kampus lainnya karena konsep yang diterapkan berupa green campus dengan dikelilingi kanal dan disediakan hutan wisata seluas dua.hektare.

“Kita buat konsepnya ramah lingkungan ada kanal, hutan wisata dan arsitektur gedungnya hemat energi,” katanya.

Selain itu, Sirozi menuturkan kampus UIN akan terintegrasi dengan Islamic Center dan Masjid Raya Sriwijaya dengan tujuan untuk saling memperkuat Islamic Center di Sumsel. Kampus UIN juga tidak akan membangun kampus karena sudah disediakan semacam terowongan untuk mahasiswa dan civitas akademik hilir mudik dari kampus ke masjid.

Sirozi menegaskan untuk pembebasan lahan dari total 30 hektar lahan, 15 hektar diantaranya telah memiliki sertifikat sedangkan untuk delapan hektare akan segera memiliki sertifikat. “Sisanya masih proses ganti rugi, Insya Allah semua akan selesai yang penting lahan 15 hektare itu sudah cukup untuk membangun kampus sesuai dana dari IDB,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait