PALEMBANG — Meski menyebut mempunyai banyak kenangan indah selama membesut Sriwijaya FC, namun Widodo C Putro menegaskan dirinya tidak akan terjebak nostalgia dan tetap fokus membawa Bali United meraih kemenangan saat kedua tim bentrok, Rabu (19/7) malam di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia 2017.

Dirinya pun enggan membahas lebih lanjut mengenai proses saat dirinya dilengserkan dari tampuk kepelatihan SFC hanya seminggu jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 musim ini. ‘Prinsip saya dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Saya pernah menjadi bagian dari sepakbola Indonesia dan selalu memberikan yang terbaik dimanapun saya berada, sekarang meski sangat respect dengan SFC namun tim saya adalah Bali United dan di laga nanti selama 90 menit akan menjadi lawan, setelah itu semuanya seduluran,” ungkapnya saat sesi pre post match, Selasa (18/87) sore.

Dirinya juga tidak menampik punya sejumlah keuntungan di laga ini karena pernah selama lebih dari semusim menjadi bagian dari tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini. “Keuntungan pasti ada karena saya sudah tahu setiap jengkal lapangan Jakabaring, cuacanya atau bagaimana suporter di Palembang,” ujar WCP.

Namun diakuinya, persaingan di kompetisi Liga Indonesia saat ini semakin ketat dan tidak ada tim yang benar-benar superior. “Semua bisa saling mengalahkan, tinggal siapa yang fighting spirit-nya paling kuat. Sekarang pun tidak ada jaminan Bali United bisa mengambil poin dengan mudah di Palembang karena hanya melihat performa beberapa laga kebelakang,” jelasnya.

Meski tidak lagi membesut SFC, WCP sendiri menyebut beberapa kali sempat melihat permainan tim yang pernah diasuhnya ini. “Jangan melihat klasemen SFC saat ini, bagi saya mereka dalam beberapa pertandingan hanya kurang dinaungi dewi fortuna. Selain itu di setiap laga juga sangat sulit dikalahkan. Jadi pertandingan nanti tidak ada jaminan akan ada tim yang bisa menang dengan mudah,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pemain SFC Marco Meraudje mengaku sangat menghormati figure WCP yang memberikannya kesempatan debut di kompetisi tertinggi di Indonesia. “Setelah PON Jabar berakhir, saya memang sudah nekad merantau untuk mencoba mencari klub di Jawa dan saat itu menumpang berlatih di akademi milik coach WCP. Namun akhirnya saya malah diberikan kesempatan ke SFC hingga bisa seperti saat ini, saya sangat berterima kasih namun nanti saat di lapangan saya harus professional, apalagi saat ini kami sangat membutuhkan poin penuh untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara,” ungkap Marco. (dedi)

 

Artikel Terkait