Meski tidak sedang bertanding karena kompetisi dihentikan, namun nama besar Sriwijaya FC tetap menjadi magnet besar bagi masyarakat Sumatera Selatan. Bahkan puluhan siswa SD Negeri 2 Rantau Durian 1 Kecamatan Lempuing Jaya OKI rela menghabiskan waktu 7 jam perjalanan untuk sekedar melihat laskar wong kito berlatih di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (23/5) sore.

“Saya suka SFC, kalau pemainnya saya mengidolakan Ferdinan Sinaga karena mainnya bagus. Lalu Titus Bonai dan Ichsan Kurniawan,” ujar Yogi Pratama, siswa kelas 6 SDN 2 Rantau Durian saat ditemui di stadion GSJ. Menurutnya, dirinya bersama rombongan sekolahnya memang sengaja memanfaatkan waktu liburan dengan bertamasya ke Palembang sekaligus perpisahan.

“Kami berangkat dari desa kami jam 2 malam dan tiba di Palembang pukul 9 pagi, pertama kali berkunjung ke Museum Balaputera Dewa terlebih dulu, kemudian ke Sultan Mahmud Badaruddin II,” jelasnya dengan polos. Bersama keduan rekannya, Karsaleh dan Riski Ismaprananda, dirinya pun berusaha untuk mendekati pemain SFC untuk sekedar berfoto bersama.

Namun karena sedang dalam sesi latihan, keinginan ketiganya pun harus tertunda. “Saya suka melihat pemain SFC latihan, namun jika di sekolah kami lebih senang bermain voli. Karena capek jika berlatih sepakbola, sebenarnya kami ingin sekali menunggu mereka selesai latihan namun karena sudah jadwal pulang, maka mimpi itu harus kami tunda. Tapi kami mendoakan agar mereka mampu berprestasi tinggi dan membawa nama harum Sumsel, jika ada kesempatan mungkin kedepan saya mau mengusulkan ke sekolah untuk menonton SFC bertanding di GSJ,” harapnya.

Tapi mereka pun tidak putus asa dan akhirnya merekam video pendek yang berisi salam serta doa mereka terhadap SFC dengan harapan dapat dilihat langsung oleh Ferdinan Sinaga dkk. “Walau kami dari daerah terpencil dan dengan segala keterbatasannya, namun kami ingin membuktikan kecintaan kami terhadap SFC sama seperti masyarakat lain di Palembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Sumiyatun dan Supriyanto selaku guru pendamping dari SDN 2 Rantau Durian mengaku bahwa muridnya memang sangat menggemari olahraga dan SFC. “Mereka hapal nama-namanya walau pertandingan SFC sekarang sudah jarang ditayangkan di televisi. Tadi mereka meminta ke GSJ karena ingin bermain di lapangannya, tapi tidak diperbolehkan karena ada latihan,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya pun menjelaskan sengaja membawa anak muridnya ke berbagai lokasi wisata di kota Palembang untuk memperdalam ilmu pengetahuan. “Selain ke museum, mereka juga kami ajak ke BKB. Tadi juga mampir ke bandara, karena mereka belum pernah melihat dari dekat pesawat terbang, jadi ingin tahu bagaimana mereka saat akan berangkat atau berangkat. Mungkin terkesan seperti berlebihan, tapi memang begitu keadaannnya. SD kami berasal dari daerah yang kecil, namun semangat mereka sangat besar untuk menjadi orang yang berguna kedepannya,” tambahnya.
Untuk mencapai daerah mereka, diakuinya perlu perjalanan yang cukup panjang. “Dari jalan lintas Sumatera, masih perlu jarak tempuh 25 kilometer masuk kedalam. Jika beruntung dan tidak ada hujan maka bisa sampai dengan waktu 1 jam, tapi jika hujan maka bisa sekitar 2,5 jam karena akses jalannya hanya berupa tanah merah,” pungkasnya.

Artikel Terkait