PALEMBANG — Gejolak perekonomian dunia secara tidak langsung juga berdampak pada perekonomian provinsi Sumatera Selatan, termasuk angka kemiskinan.

Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Najib, Rabu (11/01), pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel terus berupaya mencari solusi dan langkah tepat yang diambil untuk mengatasi persoalan kemiskinan, melalui anggaran yang digelontorkan dari pusat juga APBD.

Dijelaskannya, dana pusat untuk pembangunan infrastruktur terutama menjelang Asian Gamae 2018 cukup besar mencapai 70 triliun, dan itu tentu secara tidak langsung akan berdampak terhadap masyarakat.

“Memang APBD Sumsel belum sampai 8 triliun, namun kita fokus untuk mensejahterakan masyarakat melalui program daerah dan melalui program pusat yang secara besar-besaran masuk ke Sumsel, nah ini diharapakan akan membuka peluang bagi masayarakat,” jelasnya.

Dikatakan Ahmad Najib, pemerintah Sumsel masih fokus di tiga hal dalam membangun yakni masalah pendidikan, kesehatan dan membuka lapangan kerja yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Selain itu untuk menunjang agar harapan bersama yakni mensejahterakan masyarakat bisa terwujud maka diperlukan kestabilan politik, kerukunan, serta keamanan.

” Untuk menekan angka kemiskinan kita juga memaksimalkan program-program padat karya yang juga telah dilakukan melalui program kementerian desa,” urainya. (juniara)

Related Post