Penampilan impresif Teja Paku Alam selama membela tim PON Sumsel di ajang Porwil Sumatera IX awal November berbuah manis. Alumnus SAD Uruguay ini pun langsung diganjar perpanjangan kontrak bersama tim senior Sriwijaya FC dan besar kemungkinan juga dipromosikan menjadi deputi Dian Agus Prasetyo.

Pasalnya meski belum ada pengumuman resmi mengenai evaluasi pemain, namun pemain yang juga alumnus SFC U21 ini disebut akan menggeser posisi Yogi Triana sebagai kiper kedua laskar wong kito.

Pelatih PON Sumsel, Rudy Keltjes sendiri menyebut bahwa kemampuan Teja saat ini memang sudah layak untuk memperkuat tim di Indonesian Super League (ISL).

“Bahkan dalam pandangan saya, Teja bisa jauh lebih baik dari Dian Agus nantinya, SFC jangan sampai menyiakan talentanya,” ungkap eks pelatih timnas ini. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan timnya meraih medali emas di Porwil lalu sekaligus lolos babak kualifikasi PON 2016 adalah berkat penampilan gemilang Teja di bawah mistar.

“Teja mampu membaca permainan lawan dan sangat kuat saat berduel satu lawan satu. Tinggal diberi kesempatan untuk menambah jam terbang maka dia bisa menjadi kiper utama SFC kedepannya,” tegasnya.

Manajemen SFC sendiri hingga saat ini belum memberikan pengumuman terkait evaluasi pemain, termasuk posisi penjaga gawang. Namun melihat stabilnya performa DAP, rasanya untuk saat ini masih sulit untuk menggesernya dari pilihan pertama.

Sementara Yogi Triana, meski memiliki catatan cemerlang selama membela Persita Tangerang, namun belum menunjukkan performa memikat selama di SFC. Bahkan saat diberi kesempatan mengawal gawang SFC dan menjadi starter sewaktu melawan Bonek FC di Piala Presiden lalu, Yogi membuat blunder yang berujung gol dari Ilham Udin. Untung saat itu SFC mendapat durian runtuh yakni kemenangan setelah Bonek FC memutuskan Walk Out.

Manajemen SFC sendiri menegaskan bahwa kedepan akan terus memberikan ruang pemain muda lokal Sumsel dan binaan sendiri selama ini. “Teja termasuk pemain yang sudah direkomendasikan untuk dipertahankan. Namun untuk lebih jelasnya nanti akan disampaikan saat pengumuman resmi oleh manajemen,” jelas asisten manajer SFC, Achmad Haris saat dikonfirmasi Jumat (10/12) siang.

Sementara itu, Teja sendiri mengaku saat ini tengah fokus berlatih bersama skuad PON Sumsel sembari menunggu panggilan dari tim senior SFC. “Semuanya saya serahkan ke pelatih dan manajemen, sebagai pemain muda tentu saya masih harus banyak berlatih untuk meningkatkan kemampuan, tapi saya berharap dapat diberikan kesempatan kedepannya bersama tim senior,” harapnya.

Meski sudah bergabung dengan tim senior SFC, namun dalam 2 musim terakhir Teja hanya menempati posisi ketiga. Di era Subangkit, Teja dianggap kalah bersaing dengan Fauzi Toldo dan Selsius Gebze. Sementara musim lalu, Teja belum mendapat kepercayaan dan tim pelatih lebih mempercayai DAP serta Yogi Triana dibawah mistar.