PALEMBANG — Teja Paku Alam punya misi pribadi saat laga Sriwijaya FC melawan Arema FC, Jumat (7/7) malam di stadion Kanjuruhan Malang. Penjaga gawang utama laskar wong kito ini mengaku cukup penasaran dengan atmosfer stadion Kanjuruhan yang selama ini dikenal cukup angker bagi seluruh tim tamu yang datang menantang Singo Edan.

“Sebenarnya saya sudah beberapa kali bermain di Malang, kemarin melawan Persiba di stadion Gajayana. Lalu saat final Indonesian Super League (ISL) U21 2012/2013 juga dimainkan di stadion Kanjuruhan, tetapi untuk level senior dan melawan Arema saya justru belum pernah dan besok adalah pertandingan pertama saya,” ungkap alumnus SFC U21 ini saat dihubungi Kamis (6/7) sore.

Musim lalu, saat kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 bergulir, pemain yang juga sempat memperkuat tim PON Sumsel ini harus absen karena mengikuti pemusatan latihan bersama timnas senior yang dipersiapkan menghadapi Piala AFF. Saat itu dalam laga yang dimainkan di pekan 32 (8/12/2016), posisi Teja sendiri digantikan oleh Yogi Triana.

“Arema punya pendukung fanatik dan atmosfernya pun sangat luar biasa. Tentu saya tertantang untuk dapat bermain sebaik mungkin, apalagi saat ini SFC sangat memerlukan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara,” ujar pemain yang sempat berlatih bersama SAD Uruguay ini.

Sosok Christian Gonzales pun diakuinya sebagai salah satu pemain di kubu Arema yang paling harus diwaspadai nantinya. “Meski sudah senior, namun penempatan posisinya sangatlah baik dan punya penyelesaian akhir yang juga akurat. Kami tidak boleh lengah terhadap pergerakannya nanti,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih kiper SFC Hendro Kartiko menyebut bahwa kondisi Teja kini sudah jauh membaik pasca mengalami cedera saat melawan PSM Makassar sebelum Ramadhan lalu. “Refleknya juga mulai kembali, terlihat saat laga melawan Mitra Kukar dan Persija penampilannya sudah membaik, soal menghadapi tekanan Aremania nanti saya katakan kepadanya bahwa dirinya tidak boleh tegang dan enjoy menikmati permainan,” ujar Hendro.

Eks kiper timnas ini pun memberikan sejumlah saran kepada Teja jelang laga ini. “Dulu, saya juga justru malah sangat senang jika bermain di Kanjuruhan atau menghadapi ribuan Aremania. Aksi kreatif mereka di stadion menjadi hiburan dan saya sangat menikmatinya, bukan malah menjadi tertekan,” kenangnya.

Pemain asli Malang dan sempat memperkuat Arema di musim 2007/2008 ini pun menyatakan bahwa tekanan itu nantinya malah akan berada di pemain tuan rumah. “Tuntutan dari suporter disini sangat tinggi, dan itu bisa berbalik menjadi tekanan untuk pemain tuan rumah sendiri bila nantinya bermain tidak baik. Saya pikir Teja sudah terus bertambah pengalamannya dan bisa mengatasi pressure dari pendukung Arema nanti,” pungkasnya. (dedi)

Pemain Kunci :

Teja Paku Alam (SFC)

Selain figur Alberto Goncalves yang diandalkan untuk membobol gawang lawan, Sriwijaya FC juga mengantungkan asa kepada Teja Paku Alam saat laga melawan Arema FC. Kemampuan terbaiknya saat menjaga gawang laskar wong kito sangat ditunggu.

Sempat absen di 2 laga karena terkena, Teja perlahan mulai memperbaiki penampilannya. Hasilnya, posisi penjaga gawang terbaik di pekan 11 kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 sempat diraihnya berkat kegemilangannya mementahkan sejumlah peluang penyerang lawan. Pemain asal Padang ini pun dituntut mampu mengkoordinasi lini pertahanan SFC yang hingga pekan 11 sudah kebobolan cukup banyak yakni sebanyak 12 gol.

Christian Gonzales (Arema FC)

Sempat paceklik gol di awal kompetisi, Christian Gonzales akhirnya belakangan kembali rajin membobol gawang lawan di 2 laga terakhir. Meski sudah cukup berumur, namun ketajamannya memang sangat diandalkan Arema FC yang kini hanya memiliki Dedik Setiawan sebagai opsi lain di lini depan.

“Gonzales punya finishing yang sempurna, sekecil apapun peluangnya namun dia mampu menyelesaikannya dengan baik. Saya sendiri baru sekali bertemu dengannya saat putaran pertama TSC 2016 di Palembang, saat itu SFC bermain imbang melawan Arema dan golnya pun dicetak oleh Gonzales, padahal ketika itu bolanya sangat sulit namun dia masih bisa mengarahkan dengan baik. Saya harus ekstra berhati-hati nanti,” puji Teja Paku Alam, pengaja gawang SFC.

RelatedPost