PALEMBANG — Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan angkutan publik dan mengatasi kepadatan lalu lintas serta menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018, pemprov Sumsel membangun moda transportasi publik yang dapat terkoneksi dengan jaringan moda angkutan umum lainnya yakni light rail transit (LRT).

Pembangunan LRT terus dikebut mengingat waktu yang diberikan untuk melakukan pembangunan terbatas. Saat ini progress pembangunan LRT berjalan 37 persen sesuai dengan rencana awal.

Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin meminta kepada PT. INKA sebagai pemenang tender pembuatan gerbong kereta (trainset) harus benar-benar menampilkan hasil yang terbaik.

“PT. INKA baru pertama kali buat LRT , jangan seperti kereta mahasiswa Inderalaya kemarin yang beroperasi hanya berapa kali, dan sistem pengamanannya harus benar-benar terencana dengan baik walaupun produk dalam negeri harus terjamin,” ujar orang nomor satu di Sumsel ini saat menerima Dirut PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro terkait pembahasan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Griya Agung, Senin (20/03).

Selain itu, Alex Noerdin juga menyebutkan desain untuk trainset lebih modern dan tidak perlu ada corak yang berlebihan. “Tampak depan keretanya jangan datar, tambahkan moncong depan agar kelihatan lebih canggih,” kata Alex Noerdin.

Senada, Dirut PT. KAI Edi Sukmoro menuturkan bahwa gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin telah sepakat dengan desain interior trainset berwarna biru dengan konsep yang modernisasi.

Dijelaskan Edi, satu trainset LRT yang terdiri dari tiga gerbong dapat menampung penumpang sebanyak 534 orang untuk sekali angkut.

Edi menargetkan pada April 2018 pembuatan Trainset akan selesai dan tiba di Sumsel. “Meski produk luar negeri ini tetap terjamin karena PT. INKA bekerjasama denga perusahaan luar.

Sementara, untuk harga tiket kereta Edi mengatakan pihaknya masih terus mendiskusikan dengan pihak terkait terutama dengan pemprov Sumsel, namun yang pasti harga tiket disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. “Penentuan tiketnya masih dirundingkan, sistemnya keperintisan nanti pemerintah akan turun tangan langsung dan harusnya pasti lebih murah,” tukasnya. (juniara)

Artikel Terkait