PALEMBANG — Sejak dibangun pada tahun 2013 lalu hingga kini progress pembangunan fisik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini sudah mencapai 70 persen dengan serapan anggaran Rp.290 Miliar.

Pimpinan Proyek RSUD, Ir H Syarifuddin mengatakan, perkembangan pembangunan RSUD 12 lantai ini sudah dalam tahapan pembangunan struktur bangunan dan dinding luar gedung. “Lalu ada beberapa lantai yang sudah ada pembagian ruangan-ruangannya,”ungkap Syarif, Senin (27/02).

Menurut Syarif pengerjaan RSUD Sumsel ini dapat rampung tahun ini jika tersedia anggaran yang cukup dari Pemprov Sumsel. “Untuk keseluruhannya pengerjaannya masih dibutuhkan sekitar Rp.450 Miliar, itu kita pastikan bisa selesai tahun ini. Namun untuk tahun ini Pemprov hanya menganggarkan Rp190 Miliar, sehingga kemungkinan tahun ini tidak dapat difungsikan seluruhnya,”jelas Syarif.

Namun dirinya memastikan beberapa ruangan dapat difungsikan yang diperuntukkan untuk Asian Games 2018 mendatang. “Menjelang Asian Games kita akan melakukan pekerjaan yang urgent dulu, seperti yang harus sudah selesai itu IGD, ruangarn Ortopedi, jantung dan bedah karena para atlit yang cedera akan ditangani disana (RSUD Sumsel),”urainya.

Lebi lanjut ia mengatakan, selain percepatan pembangunan RSUD Sumsel, beberapa fasilitas pendukung juga akan dibangun di area kompleks RSUD yang menjadi program Gubernur Sumsel yaitu Fakultas Kedokteran Unsri, Laboratorium dan RS Stem cell.

Untuk RS Stem cell sendiri diakui Syarif memang perlu ada di Sumsel mengingat banyaknya warga Sumsel yang melakukan pengobatan stem cell ke luar negeri seperti Cina dan Singapura.
“Di RSCM sudah ada tapi masyarakat kita lebih percaya ke luar negeri. Untuk menjawab kebutuhan itu maka Pak Gubernur menginginkan dibangun RS Stem cell ini,”tambahnya.

Namun dia menjelaskan, untuk membangun tiga fasilitas tambahan ini juga diperlukan dana yang tidak sedikit mencapai Rp.2 Triliun. “Itu saja belum termasuk alat kesehatannya belum lagi alat stemcell nya. Namun ini sudah termasuk dalam plan Gubernur sehingga kemungkinan besar akan dibangun,”urainya.
Ditambahkannya, untuk area kompleks RSUD Sumsel juga akan disiapkan Rumah Dinas untuk Kepala Dinas Kesehatan dan Rumah Dinas dokter. Tak hanya itu RSUD Sumsel nantinya akan terintegrasi dengan Mall yang akan dibangun di sebelah bangunan RSUD. “Masih ada 4 hektar lahan kosong di sebelahnya yang akan dibangun Mall disana, jadi RS nya nanti akan terintegrasi dengan Mall,”jelas Syarif.

Ditanya kapan pengerjaan fasilitas penunjang RSUD ini dimulai, Syarif mengungkapkan masih menunggu ketersediaan anggaran dari Pemprov. “Iya kalau dananya ada akan segera dibangun. Karena ini sudah termasuk ke dalam program pemprov Sumsel,” kata dia.

Ditargetkan Syarif, akhir 2017 nanti pembangunan RSUD sudah rampung 90 persen, sehingga pada bulan April atau Oktober 2018 sudah dilakukan soft opening. (juniara)

Artikel Terkait