laskarwongkito.com — Sriwijaya FC enggan disebut sedang berduka dan tetap mengincar poin saat bertandang ke GOR Aji Imbut Tenggarong untuk menantang Mitra Kukar, Minggu (9/10) sore dalam lanjutan kompetisi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Pelatih laskar wong kito, Widodo C Putro pun menyebut seluruh anak asuhnya kini dalam kondisi yang prima dan sudah melupakan hasil buruk di pekan sebelumnya saat kalah telak 0-4 dari Bhayangkara FC (2/10) di Palembang.

“Di sepakbola tidak ada istilah berduka, kami dan seluruh pemain sepakat menyebutnya sebagai sebuah perbaikan. Hasil di Palembang kemarin justru sangat memotivasi kami untuk bermain lebih baik lagi, bisa dilihat tadi saat sesu uji coba lapangan mereka semua terlihat enjoy, tidak ada tekanan atau berduka,” ujar WCP saat menjawab pertanyaan awak media saat sesi pre post match SFC kontra Mitra Kukar, Sabtu (8/10) pagi di Tenggarong.

Pihaknya pun mentargetkan dapat mencuri poin di laga ini untuk terus menjaga asa bersaing di perebutan gelar juara kompetisi TSC 2016. “Melawan Mitra Kukar akan menjadi laga yang sangat berat, mereka punya pelatih yang sangat berkualitas dan terbukti sudah bisa mengangkat performa tim. Gelar juara turnamen sebelum TSC lalu pun sudah menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang berbahaya,” tegasnya.

Namun eks asisten pelatih timnas in menolak bila disebut timnya lebih diunggulkan di laga ini mengingat rekor pertemuan ataupun peringkat di klasemen sementara TSC 2016. Berdasarkan catatan pertemuan, 4 pertemuan terakhir menghasilkan 3 laga imbang dan 1 laga dimenangkan oleh SFC. “Saya tidak percaya yang namanya statistik atau rekor pertemuan, itu adalah masa lalu dan pemain harus fight selama 90 menit jika ingin memenangkan pertandingan. Bagi saya, hasil tidak akan mengkhianati kerja keras yang sudah dilakukan selama ini,” tambahnya.

Sementara itu, di kubu tuan rumah pelatih Mitra Kukar Jafri Sastra justru mewaspadai kebangkitan SFC di laga ini. “Saya sudah minta seluruh pemain untuk mengesampingkan hasil SFC di laga terakhirnya di Palembang, justru saya khawatir ledakan mereka akan terjadi disini,” ungkap pelatih asal Padang ini.

Menurutnya, SFC tetaplah tim besar di Indonesia yang dihuni oleh sederet pemain berpengalaman. “Jangan sampai kami lengah dan menganggap remeh karena hasil buruk SFC di laga terakhir melawan Bhayangkara lalu,” ujarnya. Dirinya pun menyebut bahwa Mitra juga punya sederet masalah jelang laga ini, terutama badai cedera yang menghantam skuadnya.

“Kami harus berpikir positif dan tidak boleh menyebut ini musibah, justru akan menjadi berkah buat pemain yang jarang diturunkan dan akan mendapat kesempatan nanti. Saya percaya siapapun pemain yang disiapkan nanti pasti punya motivasi yang tinggi, jadi kalau disebut kekuatan kami tergerus karena kehilangan 5 pemain inti saat melawan SFC, saya tegaskan itu tidak akan membuat kami panik,” tegasnya.

Di laga ini, Jafri memang kehilangan Arthur Cunha yang absen karena terkena akumulasi kartu kuning, kemudian Hendri Bayauw dan Victor Herrera yang kondisinya masih cedera, lalu Felipe Do Santos yang tengah pulang ke Brasil karena urusan keluarga serta duo Bayu Pradana dan Septiab David Maulana yang tengah memenuhi panggilan timnas. (dedi)

RelatedPost