Laskarwongkito.com — Setiap mendengar tentang Palembang, yang tebersit di kepala kita adalah pempek. Pempek memang sangat terkenal sebagai makanan khas dari Palembang. Pempek juga menjadi makanan wajib ada saat lebaran. Belum lengkap rasa Palembang, kalau sanjo (berkunjung) tak disuguhi pempek dengan cukanya yang lezat itu.

Namun ternyata selain pempek ada beberapa makanan lain berupa kue yang juga wajib ada di Palembang. Kue ini tak begitu populer di luar Palembang karena kue ini hadir hanya pada saat lebaran, upacara adat dan dibuat hanya berdasarkan pesanan.

 1. Maksubah

(sumber foto: resepdanmasakan.com)

Maksubah adalah kue lapis khas Palembang yang disajikan hanya pada acara-acara khusus. Menghidangkan maksubah dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada tamu. Makanya ia disebut kue penghormatan. Maksubah juga lazim disajikan oleh pengantin kepada orang tua dan mertuanya.

Pada saat lebaran, terutama pengantin baru, kue maksubah menjadi antaran wajib ke rumah orang tua-mertua mereka. Kue ini tidak mudah membuatnya meski bahan dasarnya hanyalah telor bebek, mentega, gula dan mentega. Ketelatenan menjadi syarat utama. Maksubah dibuat di loyang dan setiap loyang membutuhkan 28 telor bebek. Kue ini tidak memerlukan pengembang. Ketelatenan dibutuhkan saat menuang adonan buat lapisan demi lapisan.

Setiap lapisan kira-kira 250 ml adonan, lalu dipanggang di pemanggangan yang tradisional, dengan panas yang sempurna, lalu menambahkan lapisan selanjutnya. Terus seperti itu. Dari bahannya saja kita sudah bisa menduga rasanya amat manis dan kue ini mengandung kolesterol tinggi. Jadi jangan makan banyak-banyak ya.

 2. Engkak Ketan

(sumber foto: resepcaramasak.com)

Serupa dengan maksubah, pemanggangan engkak ketan pun harus selapis demi selapis. Bedanya, engkak ketan menggunakan telur ayam. Satu loyang engkak ketan membutuhkan 10 telur ayam. Seperti namanya, engkak ketan juga dibuat menggunakan tepung ketan.

 3. Bolu Kojo

(sumber foto: blogspot.com)

Bolu Kojo adalah penganan khas daerah Sumatera Selatan dan daerah sekitarnya terutama di daerah Jambi, Riau, Bengkulu dan Palembang. Kojo berarti kemojo atau kamboja karena bentuk loyang yang menyerupai bunga kemboja. Biasanya kue ini dihidangkan pada acara-acara adat.

Sama seperti kue bolu pada umumnya, bolu kojo terbuat dari campuran telur, gula dan tepung. Rasanya manis dan legit karena terdapat campuran gula dan juga susu kental manis. Bolu kojo khas Palembang memiliki warna hijau. Warna tersebut berasal dari daun suji atau daun pandan. Selain memberikan warna yang cantik, daun suji atau daun pandan juga memberikan aroma yang nikmat.

 4. Bolu 8 Jam

(sumber foto: i0.wp.com)

Bolu ini memang dibuat dalam waktu 8 jam. Konon, dulunya kue ini hanya dinikmati untuk kelas bangsawan. Makanan ini populer ketika Sultan Palembang IV berkuasa. Namun, sekarang, makanan ini lazim dinikmati semua lapisan masyarakat. Pembuatannya harus persis 8 jam. Kalau kurang, bolunya tidak kenyal. Kalau lebih, bolunya akan terlalu padat. Rasanya? Dijamin lemak nian!

 5. Lapis Legit Palembang

(sumber foto: kuelapissurabaya.com)

Lapis legit punya perbedaan dengan kue lapis lainnya, yakni lapisannya yang mencapai 18 lapis. Lapis Legit khas dengan aroma rempah. Tiap lapisannya dioven satu persatu dalam satu loyang. Di tiap daerah, memang sih ada yang namanya lapis legit. Lapis legit ini bahkan menjadi salah satu kue terenak nasional. Tradisi membuat kue lapis legit ini sendiri berasal dari tradisi Belanda saat menjajah di Indonesia. Bedanya, resep asli lapis legit khas Belanda menggunakan minyak babi.

Mm, yummy. Kebayang kelezatannya ya. Beruntung kita hidup di Palembang yang kaya akan jenis makanan, mulai dari yang asin, pedas hingga manis nan lezat seperti kue-kue di atas. (red/dil)

Artikel Terkait