Pelatih Sriwijaya FC, Beny Dollo membuat kejutan saat menyusun starting eleven kala menghadapi PS TNI di laga perdana grup B turnamen Piala Gubernur Kaltim, Minggu (28/2) sore di stadion Aji Imbut Tenggarong. Fachrudin yang selama ini menjadi langganan pemain inti harus rela duduk di bangku cadangan.

Bahkan pemain sekelas TA Mushafry  juga harus rela menepi dan tidak masuk dalam line up laskar wong kito di laga ini. Bersama 6 pemain lainnya yang juga tidak masuk dalam line up, TA Mushafry menonton dari tribun VIP dan hanya bisa mensupport dari luar lapangan hijau.

“Ini sesuatu hal yang biasa di sepakbola , namun jarang saya alami, kalau ditanya ada rasa kecewa, tentu sebagai pemain saya sangat ingin bermain di lapangan. Melihat yang lain berjuang, saya juga ingin menyumbangkan kontribusi positif bagi tim,” ungkap pemain asal Ternate ini.

Namun diakuinya, keputusan Bendol tersebut dapat dipahami dan dirinya bertekad untuk lebih bekerja keras saat latihan guna merebut 1 tempat di line up SFC kedepannya. “Yang terpenting bagi saya adalah menunjukkan yang terbaik saat latihan, bekerja keras dan mengerahkan kemampuan 100 persen,” tekadnya.

Hal yang sama juga disampaikan Fahrudin yang mengaku bisa memahami keputusan pelatih dan lebih memilih fokus ke pertandingan berikutnya. “Sebagai pemain, tugas saya hanya berlatih dan siap jika diturunkan. Kedepan saya harus bisa menunjukkan permainan yang lebih maksimal dan saya yakin pelatih juga lebih mengerti soal strategi permainan termasuk pemilihan pemain di starting eleven,” jelasnya singkat.

Sementara itu, Bendol mengaku pemilihan 18 pemain SFC yang masuk ke dalam line up berdasarkan performa saat latihan, kepentingan strategi serta melihat gaya permainan tim yang akan dihadapi. “Tidak masuk dalam starting eleven bukan berarti pemain itu buruk, saya sudah sering katakan itu. Kadang-kadang ada pemain yang tidak cocok melawan tim A dan lebih maksimal saat bertemu tim B,” tegasnya.