PALEMBANG — Sesuai dengan surat edaran No 471/1768/SJ tentang percepatan KTP-EL dan akta kelahiran, maka target Perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) di Sumatera Selatan akan jatuh tempo pada 30 September 2016.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sumsel, Edward Candra, di ruang kerjanya, Senin (29/08). Kata dia percepatan perekaman EL-KTP dan Akte mulai dilakukan di Kabupaten/Kota. “Penduduk pada 1 Mei 2016  berusia 17 tahun, tidak sedang diluar negeri wajib melakukan perekaman KTP. Di Sumsel per tanggal  9 Agustus 2016, ada 815.000 orang di 17 Kabupaten/Kota yang belum melakukan perekaman. Yang belum melakukan perekaman kemungkinan KTP ganda, keluar negeri misal tenaga kerja wanita tapi tidak melapor, juga ada yang meninggal,” jelas Edward

Diakuinya, pada 30 September 2016 nanti dari 815.000 akan ada residu. Oleh karena itu, Edward memerintahkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) kabupaten/kota, agar segera mengambil inisiatif untuk jemput bola, dengan cara mendatangi ke Sekolah, Mall, Lembaga Pemasyarakatan serta Panti Jompo untuk perekaman.

“Saat kami berkunjung ke Kecamatan Alang-Alang Lebar di Kota Palembang, sampai kami pulang perekaman mencapai 100 orang, biasanya dalam satu hari hanya dua sampai lima orang,” ungkapnya.

Ditambahkan Edward, jika tidak merekam pada tanggal jatuh tempo maka data kependudukan tidak akan diaktifkan, tetapi jika masyarakat ingin merekam kembali kd Disdukcapil masih tetap bisa karena non aktif tidak permanen.

“Dengan surat dari Gubernur, kami instruksikan agar Bupati atau Walikota untuk mengumpulkan camat dan lurah dan memberikan data orang yang belum merekam untuk segera merekam, karena Disdukcapil kinerjanya akan dinilai Menteri Dalam Negeri melalui Dirjen Dukcapil, karena Kadisdukcapil Surat Keputusan (SK) pengangkatannya oleh Mendagri,” tegasnya.

Masalah kekurangan formulir di Sumsel, Edward mengatakan sudah tidak ada kendala lagi, karena semua sudah lengkap dikirim dari Jakarta, juga proses perekaman saat ini persyaratannya lebih dipermudah. Cukup dengan membawa Kartu Keluarga (KK) tanpa perlu membawa surat pengantar.

“masalah lainnya seperti perekaman yang sampai berbulan-bulan belum jadi, Dirjen mengatakan harus semedi (Sehari mesti jadi). Bila jaringan yang bermasalah maka ditunggu karena hanya beberapa jam saja, tetapi kalau alat perekam yang rusak maka merekam di tempat terdekat yang mempunyai alat perekam,” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait