PALEMBANG — Tidak hanya mendukung Sriwijaya FC saat berlaga, kelompok suporter Singa Mania juga punya gawean khusus hingga tahun 2018 mendatang. Pendukung laskar wong kito ini mengaku siap mensosialiasikan pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di 2 kota yakni Jakarta dan Palembang ke seluruh wilayah Indonesia nantinya.

Hal ini disampaikan Ariyadi Eko, ketua umum Singa Mania saat mengikuti rapat persiapan dan koordinasi sarasehan suporter sepakbola Indonesia yang digelar Kemepora RI di Jakarta, Senin (15/8) pagi.

“Dalam rapat ini, Singa Mania sebagai kelompok suporter SFC mendapat kehormatan sebagai satu-satunya perwakilan suporter non-Jawa yang diundang dan kami tegaskan bahwa kami siap mensukseskan pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang dengan beragam bentuk kreatifitas yang sudah kami siapkan,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, saat SEA Games 2011 lalu banyak anggotanya pun yang juga turut terlibat sebagai volunteer ataupun Liasion Officer (LO). “Namun Asian Games nanti pasti berbeda karena pesertanya lebih banyak dan kelasnya pun lebih tinggi. Kini kami tengah menjalin komunikasi dengan panitia lokal bagaimana dan di bidang apa nantinya Singa Mania bisa berkotribusi lagi. Apalagi SFC pun merupakan duta Asian Games 2018, jadi apa yang kami lakukan ini bukanlah sesuatu yang berlebihan dan memang harus dilakukan,” tambahnya.

Namun, dirinya pun mengaku tidak akan melupakan tanggung jawab utama untuk mensupport perjuangan para atlet Indonesia yang akan bertanding nantinya. “Sepakbola kemungkinan akan dimainkan di 2 kota, namun kita belum tahu timnas akan bermain dimana. Tapi jika nanti di Palembang maka kami siap memberikan dukungan maksimal kepada pemain serta menjamu para suporter dari daerah lain yang akan berkunjung langsung ke stadion GSJ,” tegasnya.

Diakuinya, dalam pertemuan ini dirinya juga bersama pentolan suporter lainnya juga membahas mengenai kondisi sepakbola nasional saat ini yang tengah berusaha bangkit dari keterpurukan. “Tidak perlu melihat ke belakang, apa yang sudah terjadi adalah pengalaman berharga dan harus dijadikan pelajaran. Namun memang hal ini bukan tanggung jawab 1 pihak saja, harus ada kerjasama serta sinergi dari federasi sepakbola, pemerintah dan elemen lain termasuk suporter,” pungkasnya. (dedi)

RelatedPost