Meski manajemen Sriwijaya FC tidak terlalu mempermasalahkan aksi Vladimir Vujovic yang melempar badge laskar wong kito saat partai melawan Persib Bandung, Sabtu (30/4) lalu, namun beberapa kalangan masyarakar Sumsel tetap menyuarakan kekecewaanya. Legiun asing asal Montenegro ini dinilai menunjukkan sikap tidak terpuji dan memberikan contoh buruk bagi pemain lainnnya.

“Jika tidak ada sanksi atau efek jera, maka bisa saja aksi Vlado tersebut akan ditiru oleh pemain lain. Komdis ISC pun harus mengambil sikap, karena menurut kami hal tersebut sangat tidak menunjukkan fair play dan respect yang menjadi roh sepakbola,” ujar Syaidi Apriandi, salah satu fans berat SFC melalui sosial media.

Pihaknya pun mengaku akan menggalang pengumpulan dana untuk membeli badge logo tim dan respect yang nantinya siap dikirimkan ke Vlado. “Hal itu akan kami lakukan bila tidak ada permintaan maaf secara terbuka dari Vlado atau klub yang bersangkutan. Perlu mereka ketahui bahwa SFC merupakan klub kebangaan masyarakat Sumsel dan hal yang sama pun pasti mereka akan lakukan bila logo Persib diperlakukan serupa,” tegasnya.

Sementara itu, Achmad Jufrianto sendiri mengaku bahwa Vlado sendiri sudah melayangkan permohonan maaf terkait hal tersebut usai pertandingan. “Tensi pertandingan sangat tinggi, meski kami bersahabat namun saat pertandingan kami semua bermain all out untuk tim masing-masing. Usai laga Vlado sudah mengirimkan sms dan tadi pun Vlado main ke hotel SFC, tidak ada masalah lagi,” ungkap eks pemain Persib Bandung ini.

Sekretaris tim SFC, Achmad Haris juga mengatakan hal yang sama dan menyebut usai laga Vlado juga sudah menghampiri locker room SFC guna menyampaikan permintaan maafnya. “Dia datang ke locker room SFC dan mengutarakan permintaan maaf, Vlado juga sempat berbicara langsung dengan manajer. Kita sendiri berharap kejadian ini tidak terulang lagi kedepannya,” ujarnya singkat.

Artikel Terkait